GuidePedia

0
MEDAN (5/2) – Proyek pelaksanaan pembangunan Jalan Bebas Hambatan (JBH) Medan-Kualanamu terhambat persoalan pembebasan tanah. Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Bina Marga, Alfi saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRD Provinsi Sumatera Utara, Rabu (4/2).
Alfi juga menyampaikan ada beberapa hambatan dalam pelaksanaan pembangunan JBH Medan-Kualanamu. Hambatan dalam pelaksanaan mencakup kinerja kontraktor yang kurang baik dan tidak didukung kecukupan tenaga ahli.
“Pembebasan lahan yang masih sebesar 80,65%, dan berupa spot-spot yang tidak menerus sehingga dalam proses pelaksanaan pengerjaan fisik menjadi terhambat dan tidak optimal,” ujarnya. 

Menanggapi pernyataan tersebut, Anggota Komisi D DPRD Sumut, Zulfikar, menanyakan langkah yang sudah ditempuh Dinas Bina Marga dalam menyelesaikan pembebasan lahan.
“Langkah yang dilakukan, apakah sudah disampaikan ke kepala daerah?” ujarnya.

Menurut Zulfikar, jangan sampai masalah pembebasan lahan merugikan masyarakat, karena dikhawatirkan adanya provokator dalam proses tersebut. Selain itu, Zulfikar mengingatkan jangan ada perbedaan harga jual lahan antara satu warga dengan warga yang lain.
“Karena tentunya masyarakat menginginkan harga yang tinggi,” ungkap Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Zulfikar juga berharap jalan tol Medan-Kualanamu dan Kualanamu-Tebing Tinggi segera dapat direalisasikan. Hal ini mengingat kemacetan panjang dari fly over Amplas menuju Simpang Lampu Merah Kayu Besar Batang Kuis menuju Bandara Kualanamu yang sudah semakin parah.

Menanggapi hal tersebut, Alfi menyampaikan bahwa Dinas Bina Marga optimis pembebasan lahan akan selesai Desember tahun 2015 ini. Hal ini didasarkan pada UU 2/2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.
"Target pembangunan fisik untuk tol Medan-Kualanamu tahun 2016. Sedangkan target untuk tol Kualanamu-Tebing Tinggi realisasi tahun 2017," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara menjalankan proyek besar beberapa tahun kedepan, salah satunya pelaksanaan JBH Medan-Kualanamu. Jalan ini meliputi jalan tol ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi. Alokasi dana diperoleh dari loan (pinjaman) China. 
Sumber: Humas Fraksi PKS DPRD Sumatera Utara

Post a Comment

 
Top