GuidePedia

0


MEDAN (5/2) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) dan Kementerian BUMN sepakat mendorong percepatan pelaksanaan proyek, diantaranya pembangunan Pelabuhan dan Kawasan Industri Kuala Tanjung-Sei Mangkei, Jalan Tol Medan-Binjai, jaringan transmisi listrik, pembangunan pipa gas, dan sebagainya.
Kesepakatan tersebut dihasilkan saat Gubenur Sumut Gatot Pujo Nugroho bertemu Staf Ahli Menteri BUMN Bidang Kebijakan Publik, Sahala Lumbangaol membahas percepatan pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur di bawah naungan Kementerian BUMN di Kantor Gubernur Sumut, Kota Medan pada Kamis (5/2).
Sahala yang saat itu didampingi Direktur SDM Pelindo I, Hamid Wijaya dan perwakilan PTPN III Alex, mengatakan bahwa Sumatera merupakan pulau yang paling siap menjadi pusat pertumbuhan baru di luar Pulau Jawa.
"Bapak Presiden sangat serius dalam hal ini, dan memang Sumatera yang paling siap, itulah kenapa kita mulai dari Kuala Tanjung sebagai proyek pertama dan terbesar, baru kemudian kita mulai langkah ke Timur," ujar Sahala.
Oleh karena itu, lanjut Sahala, pihaknya sangat berkepentingan menyukseskan pembangunan Pelabuhan dan Kawasan Industri Kuala Tanjung-Sei Mangkei sebagai proyek besar pertama pemerintahan Jokowi-JK.
Sementara itu, Gubernur Gatot menegaskan bahwa Pemprov Sumut siap mendukung sepenuhnya percepatan pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur di bawah naungan Kementerian BUMN. Gubernur juga menawarkan berbagai peluang untuk dapat ditindaklanjuti oleh Kementerian BUMN, antara lain penawaran Sumut menjadi lokasi kilang minyak yang rencananya akan dibangun pemerintah.
"Secara historis, Sumut, dalam hal ini Pangkalan Brandan, adalah lokasi kilang minyak pertama di Indonesia yang cukup besar kontribusinya bagi negara. Disamping itu, saat ini ada aset Pertamina yang terbengkalai yaitu 450 Ha areal berikut bangunan dan pelabuhan. Dengan keunggulan posisi Sumut yang sangat strategis dan recana pengembangan Sumut sebagai hub di kawasan Barat, maka sudah sangat pantas daerah ini menjadi lokasi salah satu kilang minyak Indonesia,” jelas Gatot. 
Sumber: Humas Kantor Gubernur Sumatera Utara

Post a Comment

 
Top