GuidePedia

0


JAKARTA (26/2) - Komisi B DPRD DKI Jakarta mendapatkan fakta bahwa Ibukota sudah mengalami defisit persediaan beras selama beberapa bulan terakhir. Jakarta yang tiap harinya membutuhkan 2.500 ton hanya memiliki persediaan sebanyak 1.000 ton.
Demikian disampaikan Anggota Komisi Bidang Perekonomian tersebut, Nasrullah disela-sela kunjungan Komisi B ke PT. Food Station Tjipinang Jaya di Pasar Induk Cipinang, Rabu (25/2).
Menurut politisi PKS asal Daerah Pemilihan X Jakarta Barat itu, kekurangan persediaan beras terjadi bukan hanya jumlah yang berkurang, namun juga muncul dugaan ada pemain besar yang sengaja menimbun beras, sehingga memicu kenaikan harga beras di pasaran .
“Kami patut menduga ada pemain besar yang sengaja tidak menyalurkan beras, sehingga terjadi kenaikan harga yang tinggi seperti sekarang ini,” ungkap Nasrullah yang juga Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta.
Hal ini menunjukan, lanjut Nasrullah, ketahanan pangan di Ibukota masih lemah. Ia menambahkan sudah seharusnya Pemprov DKI memprioritaskan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) daerah kepada BUMD terkait ketahanan pangan, karena menyangkut hidup seluruh warga Jakarta.
“Pemprov harus memberikan penyertaan modal pemerintah kepada food station karena menyangkut kebutuhan pokok seluruh warga Jakarta. Komisi B akan mendorong hal tersebut,” pungkas Nasrullah.
Sumber: Humas Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta

Post a Comment

 
Top