GuidePedia

0
PADANG (24/2) - Pertumbuhan industri di luar Pulau Jawa harus lebih besar daripada pertumbuhan industri di Jawa. Wacana ini bertujuan agar terjadi percepatan penyebaran dan pemerataan pembangunan industri di Nusantara. Namun saat ini, infrastruktur pendukung industri di luar Pulau Jawa belum banyak berkembang. Sehingga, harapan penyebaran dan pemerataan industri relatif berjalan lambat.

Demikian disampaikan Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Saleh Husin pada Rapat Koordinasi Kementerian Perindustrian dengan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota Tahun 2015 untuk Wilayah Sumatera dan Kalimantan. Rakor diadakan pada Selasa siang (24/2) di Aula PT Semen Padang. Hadir pada kesempatan itu, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, para Pejabat Eselon II di lingkungan Kementerian Perindustrian, serta jajaran Direksi PT Semen Padang.

“Pemerataan pembangunan industri di luar Pulau Jawa harus kita percepat. Tapi, hanya saja pembangunan jalannya lambat sekali. Terlihat pada 2013 penyebaran industri di luar Pulau Jawa 27,22 persen, sedangkan di Jawa 72,78 persen. Sementara target untuk tahun 2035 penyebaran Industri di luar Pulau Jawa 40 persen dan di Jawa sendiri 60 persen,” jelas Saleh.

Lebih lanjut, kata Saleh, bagi kabupaten/kota pembangunan industri sangatlah penting. Kementerian (Perindustrian) tentu akan memberikan bimbingan dalam rencana pembangunan industri daerah, termasuk di wilayah Sumatera Barat.

“Industri kreatif yang ada di Sumatera Barat perlu kita kembangkan. Oleh karena itu, kepada Gubernur, Bupati, dan Walikota harap dapat segera menyusun Rencana Pembangunan Industri Provinsi, Kabupaten, dan Kota. Rencana Industri tersebut harus mengacu pada Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional, serta kebijakan industri nasional,” pesan Saleh.

Saleh menambahkan bahwa dalam penyusunan Rencana Pembangunan Industri, Pemda juga harus memperhatikan potensi sumber daya industri daerah, Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi, Kabupaten/Kota, keserasian juga keseimbangan kebijakan pembangunan industri antarwilayah, serta kegiatan sosial ekonomi juga daya dukung lingkungan.

“Selain itu, dalam penyusunan Rencana Pembangunan Industri Provinsi, Kabupaten/Kota, perlu ditetapkan dengan perda yang sebelumnya mendapat persetujuan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Begitu pentingnya arah kebijakan Rencana Pembangunan Industri difokuskan di luar Pulau Jawa ini,” tegas Saleh.

Sementara itu, Gubernur Irwan dalam sambutannya mengatakan pemerintah pusat perlu mendukung industri kreatif yang ada di Sumatera Barat. Setidaknya 90 persen usaha mikro kecil ada di Sumbar dan patut menjadi perhatian bersama dalam membantu meningkatkan usaha masyarakat.


“Membangun industri yang tangguh dan punya daya saing, perlu kerja keras bersama. Sehingga kemandirian itu dapat diwujudkan sesuai dengan tema Rakor ini. Sumbar tidak ada industri besar kecuali PT Semen Padang. Namun, masyarakat kita punya usaha mikro kecil paling banyak di Pulau Sumatera. Ini (pengembangan industri kecil) perlu dukungan pemerintah pusat,” ujar Irwan. 

Post a Comment

 
Top