GuidePedia

0


Semarang (13/2) – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Hadi Santoso menyampaikan keprihatinannya terkait kesadaran berkendara yang masih kurang di masyarakat umum. Hal itu dikeluhkan Hadi saat mendengar sebuah angkutan umum mengalami kecelakaan lalu lintas di Matesih, Karanganyar, baru – baru ini.
Dalam kecelakaan yang menewaskan satu orang dan membuat 14 orang lainnya terluka itu, Hadi menilai ini adalah masalah krusial yang harus segera diselesaikan semua pihak, termasuk diantaranya pemerintah.
“Pemerintah harus hadir dalam urusan seperti ini, ini masalah krusial, kalau pakai kendaraan pribadi menjadi masalah kemacetan dan kecelakaan, namun kalau pakai kendaraan umum tidak aman,” tandas Hadi dalam keterangan persnya, Jumat (13/2/2015).
Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari Komisi D ini menyayangkan bahwa nyawa terbuang sia-sia dikarenakan kesadaran safety riding atau keamanan berkendara masih kurang.
“Saya sudah koordinasi dengan dishubkonminfo dan pemda karanganyar, cari solusi meskipun masih belum jelas ujungnya gimana, sambil kita perlu edukasi masyarakat keamanan harus tetap menjadi prioritas,” papar legislator yang membidangi masalah infrastuktur di Jateng ini.
Sebagaimana diketahui, Sebanyak 14 orang terluka dan satu tewas usai angkutan umum jurusan Matesih-Karangpandan yang ditumpanginya terjun ke jurang sedalam 25 meter di Dusun Banjar, Desa Gerdu Kecamatan Matesih, Rabu (11/2) pukul 06.30 WIB. Kecelakaan ini diduga dipicu kelalaian pengemudi.
Rudiyanto (14) siswa SMPN 3 Karangpandan tewas seketika akibat tergencet bodi angkot. Bocah asal Girilayu RT 04/VI, Matesih ini berada di atap angkot saat kendaraan itu melaju kencang menuruni lereng Gunung Lawu menuju terminal Karangpandan. Angkot bernomor polisi AD 1172 F ini menjejalkan 30 penumpang lebih dengan menempatkannya di dalam, sedangkan sisanya bergelantungan di pintu dan atap kendaraan.
Diketahui, sopir angkot Supatno (34) warga Gantiwarno, Matesih kesulitan mengendalikan mobilnya saat akan menikung ke kanan. Saking besarnya beban kendaraan menyebabkan angkot itu gagal mengerem hingga terjun ke jurang. Berdasarkan penuturan saksi mata, sejumlah penumpang terlempar keluar ketika angkot itu terguling sebanyak tiga kali sampai ke dasar sungai.
Sumber: Humas PKS Jateng

Post a Comment

 
Top