GuidePedia

0
Jakarta (5/2) - Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini mendesak pemerintah untuk serius membuat kebijakan-kebijakan yang kondusif dalam membangun mentalitas remaja agar jauh dari pergaulan bebas. Menurutnya, ini merupakan tanggung jawab dari revolusi mental yang selama ini diprogramkan oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo.
"Kita desak pemerintah serius ciptakan kebijakan kondusif untuk bangun mentalitas remaja, cegah pergaulan bebas. Ini tanggung jawab revolusi mental," tulis Jazuli dalam akun Twitternya @JazuliJuwaini, Kamis (5/2). Hal ini disampaikan Jazuli, menanggapi maraknya bacaan dan tontonan yang menghadirkan segala bentuk pergaulan bebas, bahkan mengarah pada seks bebas. Salah satunya beredarnya buku "Saatnya Aku Belajar Pacaran" yang ditulis oleh Toge Aprilianto.
"Seks bebas bukan identitas budaya dan karakter bangsa kita. Agama jelas melarang, demikian juga konstitusi dan hukum positif karena daya rusaknya luar biasa pada masa depan anak-anak kita. Plis tolong stop perseberan budaya liberal pergaulan dan seks bebas yang antiagama, antinorma budaya, dan antipancasila khususnya pada anak-anak kita," tambah Jazuli.
Jazuli mengaku, Fraksi PKS sudah berkali-kali mengingatkan bahwa Indonesia darurat pergaulan bebas, data-data hasil penelitian sangat menyedihkan. "Mereka anak-anak kita, masa depan kita, jangan korbankan mereka. Orang tua harus waspada dan menjaga. Anak-anak remaja harus sadar diri," ujarnya.
Politisi PKS asal Banten ini menambahkan, Fraksi PKS juga mendesak penegak hukum untuk proaktif dan tegas mencegah serta menindak pihak-pihak yang sengaja merusak moral anak-anak bangsa.
"Kita ajak seluruh masyarakat, pendidik, LSM untuk kampanye pergaulan sehat bukan pergaulan bebas, dan kita himbau dengan sangat orang tua dan anggota keluarga untuk bangun ketahanan keluarga, tanamkan pendidikn agama, moral, budaya sehat sejak di rumah," imbuhnya.
Lebih lanjut Jazuli menegaskan, kepada para media untuk tidak menyajikan tontonan dan bacaan yang dapat menjerumuskan anaka-anak bangsa. "Juga tolong banget sajikan tontonan yang mendidik bukan menjerumuskan anak-anak kita. Please,' ujar Anggota Komisi II DPR ini.
Terakhir, masih kata Jazuli, ini tanggung jawab kita semua. Fraksi PKS di DPR akan desak pemerintah dan pihak terkait untuk sensitif dan aware dengan masalah ini.
"FPKS DPR juga telah usulkan inisiatif RUU tentang Ketahanan Keluarga. Mudah-mudahan ikhtiar ini bisa bentengi anak-anak kita dari bahaya pergaulan bebas. Mengait ekonomi, pemerintah pusat-daerah harus kerjasama dan serius menciptakan lapangan kerja agar rakyat tidak cari nafkah lewat seks bebas. Intinya kebijkan harus komprehensif untuk atasi masalah serius ini. Ragam pendekatan harus dilakukan: agama, ideologi, sosial budaya, ekonomi," tutup Jazuli mengakhiri kultwitnya.
Sebelumnya, ratusan orang menanggapi dan mengecam foto halaman buku "Saatnya Aku Belajar Pacaran" di sosial media. Lantaran di dalam buku itu terdapat bagian yang berisi solusi jika pacar mengajak berhubungan seks atau making love (ML) dengan mempersilahkan pembacanya untuk berhubungan seks. Kecaman terhadap buku ini mulai ramai setelah di posting oleh akun Facebook Teeamtamzir Bugeazt di group Facebook Komunitas Bisa Menulis.
Sehari setelah ramai di sosial media, penulis buku tersebut, yakni Toge Aprilianto langsung meminta maaf dan mengucapkan terima kasih atas koreksi masyarakat terhadap bukunya. Melalui akun Facebook pribadinya, dia berjanji akan menarik buku-buku yang sudah terlanjut beredar di pasar, bahkan dia menyebut akan mengganti dengan uang jika ada pembeli yang mengembalikan buku itu padanya.

Post a Comment

 
Top