GuidePedia

0


BANDUNG (25/2) - Terkait harga beras yang naik hingga 30 persen, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meyakini adanya mafia beras yang memainkan hal ini, padahal kata dia stok beras di Jawa Barat adalah aman.
"Saya kira ada mafia beras, karena kita tanya Bulog, kita lihat ke gudang-gudang pemasok beras, stok beras aman," katanya saat diwawancarai, Rabu (25/2/2015).
Dengan demikian Heryawan pun merasa aneh dengan kondisi harga beras saat ini, karena seharusnya ketika harga suatu barang naik diakibatkan suplai barang kurang, namun permintaan sangat tinggi.
"Perlu ditanya kepada pakar-pakar ekonomi, gejala apa ini, padahal saya kan belajar teori ekonomi Adam Smith, katanya kalau suplai kurang, permintaan tinggi, maka harga akan naik, namun ini tidak seperti itu, suplai ada dan normal. Permintaan juga masih sama," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan ada beberapa penyebab jika terjadi kelangkaan beras seperti sekarang ini. "Penyebabnya bisa saja pertama raskin dibagikan dalam bentuk uang, yang kedua agak telat tanam karena banjir, terlambat 30 hari, yang ketiga lihat distribusi apakah ada hambatan, tapi BBM sekarang udah turun, jadi tidak harus naik harga beras," katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar, Ferry Sofwan menyatakan, harga beras di Jawa Barat naik diduga karena akibat spekulasi. Para pedagang di Jabar mengikuti pergerakan harga beras di Jakarta.
"Harga beras di Jakarta naik, eh di Jabar malah ikut-ikutan. Padahal stok beras berlimpah, distribusi juga tidak terganggu. Berarti ini spekulasi," katanya.
Dia juga mengatakan, para pedagang tidak bisa menyamakan pasar di Jabar dengan pasar DKI. Ibukota merupakan tempat pemasaran sehingga dinilai wajar jika terjadi gejolak harga beras. Sedangkan Jabar sebagai sentra produksi pangan dinilai tidak wajar jika mengalami gejolak harga beras.
"Selain karena spekulasi pedagang kenaikan harga beras diduga akibat kebijakan Menteri Perdagangan yang tidak akan impor beras pada tahun ini," ucap dia.
Sementara itu Ferry pun optimistis harga beras di Jabar akan segera turun. Pasokan akan berlimpah karena daerah Indramayu dan Cirebon telah memasuki masa panen.
"Selain OP, kami mengandalkan Raskin untuk menekan harga beras," katanya.
Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com

Post a Comment

 
Top