GuidePedia

0


MEDAN (27/2) - Rapat Kerja Himpunan Pendidikan dan Tenaga Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi) Wilayah II diharapkan mampu menyiapkan tenaga pendidik yang berkualitas dan memiliki kompetensi, untuk mewujudkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang holistik dan integratif.
Hal itu disampaikan Bunda PAUD Sumatera Utara Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho pada acara Raker Himpaudi Wilayah II, Kamis (26/2) di Aula Dinas Pendidikan Sumut, Jalan Cut Nyak Dien Kota Medan. Raker Himpaudi Wilayah II dihadiri seluruh Ketua Himpaudi seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumatera Utara. 
Pada Raker tersebut Sutias menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi para pendidik di daerah, mulai dari kurangnya pemahaman orang tua akan pentingnya PAUD untuk anak usia tiga tahun, serta pendidikan tenaga pengajar yang masih minim.
"Ini menjadi tantangan kita bagaimana kita menyampaikan kepada orang tua untuk memberikan pendidikan pada masa emas anak. Selain itu, mengenai tenaga pendidik di daerah yang kebanyakan berlatar belakang SMU, bahkan ada yang SMP, kita perlu peran mitra dalam hal memberi beasiswa untuk para guru agar mendapat pendidikan S1 PAUD," papar Isteri Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho itu.
Sutias yang merupakan Juara Bunda PAUD Tingkat Nasional tersebut juga berharap ada peningkatan gaji para Guru PAUD. Sehingga, para guru mengajar tidak hanya mengejar penghasilan, tetapi juga secara sukarela.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal dan Pendidikan Anak Usia Dini (FNFI dan PAUD) Disdik Provinsi Sumut, Yulheni, menjelaskan bahwa adanya raker bertujuan sebagai refleksi organisasi serta program kerja dalam penguatan dan konsolidasi kepemimpinan Himpaudi.
“Selain pencapaian selama setahun, Raker ini juga bertujuan menciptakan koordinasi setiap daerah untuk memajukan serta bagaiman rencana atau langkah kedepan Program PAUD di daerah masing-masing sesuai dengan program pemerintah,” tutupnya.
Sumber: Humas Kantor Gubernur Sumatera Utara

Post a Comment

 
Top