GuidePedia

0
MEDAN (18/3) – Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menargetkan peningkatan hasil pertanian guna mendukung program nasional swasembada pangan pajali (padi, jagung, dan kedelai) pada tahun 2015. Target tersebut antara lain 4.155.590 ton padi, 1.309.912 ton jagung, dan 11.729 ton kedelai.

“Untuk itu, Provinsi Sumut akan memfokuskan 90.100 ha jaringan irigasi dan melakukan pengembangan optimasi lahan seluas 16.850 ha, serta pengembangan alat mesin pertanian,” demikian kata Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho dalam Rapat Koordinasi Upaya Khusus Pencapaian Swasembada Padi, Jagung, dan Kedelai di Balai Prajurit Asrama Kodam I Bukit Barisan, Selasa (17/3).

Gubernur Sumut mengatakan fokus pelaksanaan kegiatan pencapaian swasembada pajali diantaranya dengan meningkatkan kerjasama TNI di jajaran Komando Daerah Militer (Kodam) dan Komando Distrik Militer (Kodim) setempat, yang juga bekerja sama dengan pihak Pemerintah Kabupaten/Kota dan instansi terkait.

“Rapat koordinasi ini kita lakukan setiap bulannya. Sesuai instruksi dan arahan dari Presiden RI Joko Widodo, Pemprov Sumut akan bekerja sama dengan Kodam I Bukit Barisan di bidang Ketahanan Pangan,” ujarnya.

Sementara itu, Panglima Kodam (Pangdam) I Bukit Barisan, Mayor Jenderal TNI Edy Rahmayadi mengungkapkan saat ini pihaknya terus menguatkan koordinasi dengan berbagai pihak terkait dan ikut mendukung upaya pencapaian swsembada pangan.

Berdasar data dari hasil rapat refoccusing dengan tingkat kabupaten/kota, potensi irigasi di Sumut sebesar 101.323 hektare. Dari total itu, kondisi yang baik sebesar 9.980 hektare, kondisi rusak ringan sebanyak 37.062 hektare, kondisi rusak sedang sejumlah 42.801 hektare, dan rusak berat seluas 11.480 hektare. 

Sedangkan irigasi yang berdasar kewenangan pusat tercatat sebesar 109.227 hektare, dimana 13.720 hektare kondisi baik, 82.907 hektare rusak sedang, dan 12.600 rusak berat. Tercatat pula irigasi kewenangan Kabupaten/Kota seluas 257.578 hektare, dimana 19.213 hektare kondisinya baik, 41.638 hektare rusak ringan, 179.964 hektare rusak sedang, dan 16.763 hektare rusak berat.

Dari rapat itu pula tercatat 29 Kabupaten/Kota yang akan mengembangkan jaringan irigasi. 90.100 hektare irigasi yang akan di refoccusing maka akan mengoptimalisasi pemanfaatan lahan pertanian seluas 16.850 hektare. Dari 29 Kabupaten/Kota itu pengembangan yang paling luas berada di Kabupaten Deli Serdang, yakni dari 7.500 hektare jaringan irigasi menjadi 1.500 haktare.

Gubernur Sumut menjelaskan berdasar Angka Sementara (Asem) pada produksi komoditas tanaman pangan Sumut tahun 2014, produksi padi Sumut berada di peringkat ke-6 dengan jumlah produksi 3.628.968 ton. Jumlah ini memberikan kontribusi sebanyak 5,12% untuk nasional. Untuk komoditas jagung berada di urutan ke 5 dengan jumlah produksi 1.159.707 ton dan kontribusinya sebesar 6,09%. Begitupula dengan ubi kayu yang berada diurutan ke 5, ubi jalar diurutan ke 5, kacang hijau diurutan ke 7, kacang tanah diurutan ke 11, dan kedelai diurutan ke 17 secara nasional.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian Sumut, M. Roem menambahkan untuk mencapai swasembada pangan maka diperlukan cetak sawah baru. Untuk itulah dalam rapat koordinasi ini diharapkan setiap Kabupaten/Kota nantinya memasukkan anggaran yang akan disampaikan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Ia mengatakan, Sumut memiliki potensi cetak sawah baru seluas 25.000 hektare. Pemprov Sumut juga sebaiknya menyampaikan informasi kepada Kementerian Pertanian agar mengalokasikan anggaran untuk cetak sawah baru di Sumut.

"Kedepan, Sumut akan cetak sawah baru, dan sekarang sedang dialokasikan sekitar Rp 700 Miliar. Tahun 2016 kalau bisa sudah pembangunan fisik,” tutup Gatot.

Humas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara

Post a Comment

 
Top