GuidePedia

0


AMBON (1/3) - Usai Rapat Kerja Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) 2015 pada Jumat (27/2) sore, para Gubernur bergegas meninggalkan Ambon Manise. Bahkan beberapa menuju Bandar Udara Pattimura sebelum acara penutup berupa jumpa pers hasil rapat kerja.
Namun, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) yang juga Ketua Dewan Pengurus APPSI menyisihkan waktunya yang padat, untuk menemui perantau asal Tatar Sunda (Jabar dan Banten) di Ambon.
Bertempat di Gedung Dharma Wanita Persatuan Provinsi Maluku di Ambon, Jumat malam (27/2/2015), Aher merekatkan silaturahim dengan sekitar 200 perantau Sunda.
Usai salat Isya, Aula Dharma Wanita yang terletak di Jalan Tulukabessy Kota Ambon serasa seperti gedung pertemuan di Kota Bandung (Jawa Barat) atau di Serang (Banten). Acara deklarasi dan pengukuhan pengurus Forum Komunikasi Masyarakat Tatar Sunda Pangumbaraan (Forum Sunda Ngumbara) Provinsi Maluku di Ambon, dipenuhi obrolan dalam Bahasa Sunda.
Tatang (29 tahun), pemuda asal Sukabumi yang baru empat bulan di Ambon, mengaku sungguh senang berada di tengah sahabat asal tatar Sunda. Terlebih, pedagang bakpao ini tidak menyangka Aher tiba-tiba bercengkerama dengan dirinya.
"Sudah berapa lama di Ambon?" tanya Aher dalam bahasa Sunda. "Empat bulan. Tapi bos saya sudah lima tahun di sini," jawab Tatang juga berbahasa Sunda. Percapakan ringan terus berlanjut. Mata Tatang berbinar tanda senang. Bibirnya pun terus tersenyum.
"Saya tidak menyangka Kang Aher mau ngobrol. Saya kan cuma pedagang bakpao," tutur Tatang kepada wartawan, usai bercakap ringan dengan Gubernur Jabar.
Kegembiraan serupa diutarakan Tommy Maulana (28 tahun). Dia karyawan salah satu jaringan toko serba ada di Ambon. Tommy yang merantau ke Ambon pada 2012 karena tugas perusahaan mengatakan salutnya atas kesediaan Gubernur Jabar menemui warganya ketika dinas di luar Jabar.
Tommy yang sebelumnya beralamat di Cikutra, Kota Bandung, menyatakan Aher pantas menjadi contoh bagi kepala daerah lain di Tanah Air.
"Ini luar biasa, menurut saya. Kepedulian Kang Aher pada warga perantau membuat kami semakin senang berada di tengah paguyuban. Kami merasa seperti di kampung halaman sendiri," papar Tommy yang menikahi putri Ambon.
Aher sendiri, ketika memberika sambutan deklarasi dan pengukuhan Formas Sunda Ngumbara Perovinsi Maluku, menyatakan rasa syukurnya. Ia sebagai kepala daerah menerima informasi dari Gubernur sejawatnya atas kemampuan beradaptasi secara baik para perantau asal tatar Sunda.
"Beberapa di antara Gubernur meminta secara khusus agar transmigran asal tatar Sunda diperbanyak," ungkap Aher.
Ditambahkan, tujuan utama pembentukan Formas Sunda Ngumbara dimaksudkan untuk memperkuat silaturahim seluruh perantau asal tatar Sunda. Hal ini penting sebab melalui silaturahim yang kental antarsesama, berbagai persoalan kehidupan dapat diupayakan solusinya.
"Agama pun mengajarkan bahwa memperbanyak silaturahim akan menambah rezeki dan memperpanjang usia," kata Aher lagi.
Sementara itu, Ketua Umum PB Forum Komunikasi Masyarakat Tatar Sunda Pangumbaraan, Jaka Bandung mengutarakan jaringan organisasi kemasyarakatan ini telah berdiri di 23 provinsi. Tengah bergulir, katanya, usaha agar Formas Sunda Ngumbara memiliki kepengurusan di 34 provinsi seluruh Indonesia hingga akhir 2015.
Dikemukakan pula, Formas Sunda Ngumbara yang baru terbentuk pada 14 Februari lalu di Bali, berencana menggelar reuni akbar di Kota Bandung. Reuni ini sekaligus memperkenalkan sekretariat resmi Formas Sunda Ngumabara di Kota Bandung.
"Mari bersiap-siap agar dapat menghadiri reuni akbar. Acara ini, Insya Allah, dihadiri seluruh Walikota dan Bupati se-Jabar dan Banten, serta para inohong (tokoh masyarakat) kita," ulas Jaka.
Jaka menegaskan Formas Sunda Ngumbara perlu diperkuat agar nantinya turut berperan aktif meningkatkan kesejahteraan para perantau di daerah masing-masing. Dengan demikian, perantau pada waktunya dapat membantu saudara dan kerabatnya di kampung halaman.
Sumber: Humas Pemprov Jawa Barat

Post a Comment

 
Top