GuidePedia

0
JAKARTA (12/3) - Pembentukan Gugus Tugas Pendidikan Anti Kekerasan oleh Kemendikbud mendapat apresiasi dari salah satu Anggota Komisi X DPR RI, Surahman Hidayat. Surahman mengatakan Pembentukan Gugus Tugas Pendidikan Anti Kekerasan adalah langkah positif untuk menjauhkan dunia pendidikan dari tindakan kekerasan.
"Tindakan kekerasan dalam dunia pendidikan tidak bisa dibenarkan, dengan dalih apapun,” tegas Surahman saat ditemui pewarta di Jakarta, Kamis (12/3).

Menurut Surahman, saat ini ada pemahaman di dunia pendidikan yang mengganggap pendisiplinan dalam bentuk kekerasan adalah hal yang wajar.
"Padahal pembenaran untuk melakukan kekerasan sebagai bentuk disipliner, baik sifatnya verbal maupun fisik, merupakan pelanggaran hukum," jelas Surahman.

Oleh karena itu, Surahman berharap siapapun yang melakukan kekerasan, baik fisik maupun nonfisik, dikenakan sanksi karena telah melakukan pelanggaran hukum.
"Bentuk pendisiplinan dengan kekerasan seperti itu hanya akan menghentikan perilaku sesaat. Siswa hanya akan takut dengan kekerasan itu sendiri,bukan dari akibat ketidakdisiplinan itu sendiri," ujar Ketua Mahkamah Kehormatan DPR RI itu.

Pendidikan di Indonesia, tambah Surahman, harus menghadirkan konsep pendidikan yang humanis, yaitu pendidikan yang mengandung nilai pembelajaran menghargai siapa saja yang terlibat.
"Saatnya guru memperlakukan anak secara manusiawi. Guru harus memandang bahwa siswa adalah manusia yang sedang berada dalam taraf perkembangan,” tutup Surahman.

Post a Comment

 
Top