GuidePedia

0
LANGKAT (12/3) – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho menyampaikan rasa terima kasih kepada Tuan Guru Besilam dan para Mursyid yang hingga saat ini terus mengajak dan mengajarkan jamaah untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Gatot mengatakan para jamaah diajak untuk selalu berzikir dan berdoa serta cara-cara lainya untuk meraih pertolongan Allah SWT.
Demikian dikatakan Gatot dalam puncak peringatan Haul ke 91 Tuan Guru Babussalam Yarham Syekh H Abdul Wahab Rokan Al-Khalidi Naqsabandi, di Desa Besilam Babussalam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, pada Kamis (12/3). Sejak pagi seluruh jamaah dari berbagai daerah sudah berkumpul di  perkampungan religius tersebut.
"Izinkan kami mengucapkan terima kasih kepada Tuan Guru dan para guru lainnya yang terus mengajak untuk menjadi pribadi orang bertakwa karena memang ketakwaan menjadi solusi semua permasalahan yang ada dan kita hadapi," ujar Gatot di hadapan jamaah yang hadir.
Memang, lanjut Gubsu, seperti informasi yang disampaikan Tuan Guru, ia pun terkejut bahwa di tahun 2015 jumlah jamaah yang hadir sekitar 1.800 orang. Jumlah ini menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya diakibatkan kondisi perekonomian para jamaah.
"Seperti informasi Tuan Guru bahwa jamaah yang datang dari berbagai daerah rata-rata bermatapencaharian bidang perkebunan yakni kelapa sawit dan karet. Dan ini agak terganggu sehingga jamaah yang hadir agak berkurang," ujarnya.
Untuk hal ini, Gatot yakin dengan  terus mengajak dan mengingat serta meningkatkan ketakwaan menjadi solusi untuk meraih pertolongan Allah SWT.
"Maka dengan bekerja dan beramal itu wujud syukur kita kepada Allah SWT dan dengan itu pula kondisi perekonomian yang diingatkan Tuan Guru yakni harga karet dan sawit akan membaik kembali," harapnya.
Sementara itu, Tuan Guru Babussalam Syekh H Hasyim Al Syarwani menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi dan Pemkab Langkat,  telah membantu pelaksaan peringatan Haul ke-91 ini.
"Kami yang hadir saat ini berdoa kepada Allah SWT karena kami banyak menerima bantuan, para jamaah yang hadir sejak tiga hari berturut-turut melakukan zikir," ujarnya.
Memang, kata Syekh Hasyim, jamaah yang hadir pada tahun 2015 jauh berkurang dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah yang hadir ada sekitar  800 orang jamaah pria dan lebih dari 1.000 jamaah perempuan. Hal itu disebabkan tumpuan ekonomi para jamaah. Rata-rata para jamaah berasal dari kawasan Riau, Madina, Tapsel, dan Labuhan Batu yang merupakan penghasil kelapa sawit dan karet.
"Kami yang hadir saat ini terus berdoa untuk Indonesia, khususnya Provinsi Sumut, agar cepat terlepas dari kesulitan apalagi saat ini dolar sudah mencapai 13 ribu," tutur Syekh Hasyim.
Sumber: Humas Kantor Gubernur Sumatera Utara

Post a Comment

 
Top