GuidePedia

0


PAPUA BARAT (3/3) - Tidak banyak kader PKS yang berasal dari suku asli Papua. Sebagian besar kader yang berdomisili di Papua merupakan para pendatang seperti dari suku Jawa dan Bugis. Salah satu kader Papua asli dan terbina dengan baik adalah Muhammad Ahmad Fatagar, yang biasa dipanggil Ahmad. Pemuda kelahiran 27 Februari 1987 ini berasal dari Kokas, salah satu distrik terpencil di Fakfak, Papua Barat. Ahmad memiliki darah campuran dari ayah yang merupakan orang Papua asli, sementara ibunya keturunan Maluku, tepatnya Pulau Seram bagian timur.
Ketika ditanya kapan ia mulai kenal dengan Tarbiyah, ia menjawab sejak tahun 2003 ketika masih kelas satu SMA. "Waktu itu saya aktif di rohis sekolah dan beberapa orang dari sebuah yayasan Islam datang rutin ke sekolah saya mengadakan pengajian. Alhamdulillah saya tertarik untuk ikut dan akhirnya hingga sekarang masih aktif mengaji," ujarnya.
Lebih lanjut Ahmad mengungkapkan bahwa orang-orang yang berdakwah ke sekolahnya datang sangat jauh dari Kota Fakfak yang saat itu akses transportasi sangat sulit. "Distrik Kokas berjarak sekitar 42 km dari Kota Fakfak. Pada tahun 2003 akses jalan belum sebagus sekarang. Jadi yang mau ke Kokas harus menempuh jalan darat yang belum beraspal selama satu jam, dilanjutkan naik perahu long boat selama satu jam. Maka kehadiran mereka saat berdakwah di sekolah benar-benar menyentuh hati kami," terangnya.
Menghabiskan masa sekolah di Distrik Kokas, saat lulus SMA tahun 2007 Ahmad melanjutkan kuliah di STKIP Muhammadiyah Fakfak dan mengambil jurusan PGSD. Ahmad lulus di tahun 2012.  Setelah menjadi sarjana Ahmad sehari-hari bekerja sebagai guru sekolah dasar di salah satu yayasan Islam di Fakfak. Selain mengajar, ia kerap mengisi pengajian untuk remaja dan komunitas masyarakat Papua di Fakfak. 
Ahmad secara resmi bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada tahun 2012. Ia tertarik bergabung dengan PKS karena ukhuwahnya berbeda dengan partai lain. "Sebenarnya keluarga saya dari dulu merupakan pendukung salah satu partai yang pernah lama berkuasa di era Orde Baru. Bahkan saya pernah menjadi sekretaris pengurus partai itu di Kokas. Namun saat saya mengenal PKS, saya terkesan dengan ukhuwahnya karena sejalan dengan hadist Rasulullah bahwa muslim itu satu tubuh. Keinginan saya untuk bergabung semakin besar saat saya tahu PKS adalah satu-satunya partai di Indonesia yang mendukung perjuangan rakyat Palestina," ucap Ahmad bersemangat.
Di tahun 2014 Ahmad didaulat menjadi Calon Anggota Legislatif tingkat provinsi Dapil V. Meskipun gagal menjadi anggota dewan ia belajar bahwa dakwah yang sudah dilakukan di masyarakat belum sepenuhnya diterima. Sehingga perlu strategi-strategi baru untuk bisa mendekatkan PKS dengan masyarakat Fakfak. Hikmah lainnya adalah Ahmad menjadi cukup dikenal di Fakfak, terutama karena statusnya sebagai kader PKS sekaligus orang Papua asli. Hal ini memudahkan dirinya untuk bersilaturahmi dengan segala lapisan masyarakat.
Saat ditanya apakah sudah berkeluarga dengan malu-malu ia menjawab sedang proses mencari. "Mohon doanya agar tahun 2015 ini saya mendapatkan jodoh," ujarnya sambil tersenyum.
Penulis: Febriansyah Soebagio 
Keterangan Foto: Muhammad Ahmad Fatagar (dua dari kiri) saat bertemu Presiden PKS, Anis Matta (dua dari kanan).
Sumber: PKS Papua Barat

Post a Comment

 
Top