GuidePedia

0
INDRAMAYU (12/3) - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengungkapkan produksi padi Jawa Barat ditargetkan mengalami peningkatan menjadi 13,5 juta ton pada tahun 2015 ini setelah sebelumnya pada tahun 2014 produksi padi Jawa Barat mencapai 11,5 juta ton. 
Pada acara panen perdana padi musim tanam tahun 2014/2015 yang diselenggarakan oleh Kelompok Tani Nelayan (KTNA) Jabar, di Desa Sukamelang, Kroya, Rabu (11/03) dan dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, target pencapaian tersebut menurutnya merupakan target Nasional. Menteri Pertanian (Mentan) sendiri menargetkan penambahan produksi padi sebanyak 2 juta ton agar pencapaian swasembada pangan bisa segera tercapai. 
“Target kita kan 11,5 juta ton, itu berdasarkan pencapaian kita tahun kemarin. Jadi kalau ditambahkan 2 juta berarti 13,5 juta ton,” ungkap Aher kepada awak media usai acara.

Menurut Aher, target tersebut bisa tercapai dengan beberapa cara, diantaranya peningkatan peralatan mesin pertanian (Alsinta) dan infrastruktur pertanian, seperti traktor dan saluran irigasi. Dalam jangka pendek, tambah Aher, saluran irigasi yang bisa diperbaiki adalah jaringan tersier. Sedang untuk irigasi primer dan sekunder bisa diselesaikan di akhir tahun dan pemanfaatannya akan dirasakan pada tahun 2016, salah satunya adalah waduk Jatigede.

“Untuk irigasi primer dan skunder itu butuh waktu. Mudah-mudahan akhir tahun 2015 sudah selesai. Jadi awal tahun 2016 sudah terpakai. Tapi dari irigasi tersier-pun sudah berdampak pada pertanian. Selain itu diawal tahun depan bendungan Jati Gede itu akan berpengaruh. 90 ribu hektar dikawasan Indramayu, Cirebon dan Majalengka ini juga akan mengalami peningkatan. Mungkin peningkatan sesungguhnya akan terjadi pada tahun 2016. Target peningkatan 2 juta ton relatif  bisa dilakukan tetapi  tidak bisa janji,  karena sarananya, langkah-langkahnya masih baru mulai kan. Kalau irigasi sudah berfungsi baik tentu lain ceritanya,” kata Aher.

Sumber: Humas Pemerintah Provinsi Jawa Barat

Post a Comment

 
Top