GuidePedia

0
Tegal (6/3) - Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Fikri Faqih mengapresiasi sistem satu atap yang diterapkan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tegal, terutama dalam hal pendaftaran haji. Menurutnya, hal ini dapat dijadikan contoh bagi daerah lain.
"Di saat pemerintah membenahi permasalahan Kuota Haji yang menyebabkan daftar tunggu yang teramat panjang. Belum lagi pemotongan Kuota dari Pemerintahan Saudi. Informasi seperti ini memberikan angin segar bagi sistem penyelenggaraan haji di tingkat daerah," kata Fikri, di Kota Tegal, Rabu (4/3).
Khusus untuk urusan haji, Fikri menambahkan, ada beberapa hasil yang diusulkan Komisi VIII kepada Kemenag mengenai permasalahan haji, antara lain DPR mengusulkan Kuota haji diprioritaskan untuk usia lanjut dan yang belum pernah haji.
"Mengenai dana talangan haji, DPR mengusulkan untuk diberhentikan dikarenakan pembahasan aspek syariahnya belum tuntas, sementara itu dampak dari dana talangan ini menyebabkan antrian haji yang sangat panjang," ujar Fikri.
Sebelumnya, Kepala Kemenag Kota Tegal Nuril Anwar mengatakan, pemberlakuan pelayanan satu atap di Kemenag Tegal berlaku sejak awal 2015. Hanya saja, pihaknya menyayangkan, pelayanan pembuatan paspor dan visa di Badan Imigrasi Daerah di bawah koordinasi Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), belum masuk dalam pelayanan satu atap ini.
Nuril menerangkan, pihaknya akan berupaya memudahkan masyarakat dalam mendaftar haji. "Cukup ditempuh selama 30 menit maka cek kesehatan dan pendaftaran dapat selesai dilakukan. Hanya saja, pembuatan visa dan paspor belum dapat diurus langsung. Kami berharap dengan kedatangan Pak Fikri, lewat DPR RI dapat memediasi Menkumham dan Kemenag agar berjalan satu atap dalam melayani haji di masyarakat," paparnya.
Keterangan Foto: Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS, Fikri Faqih (empat dari kanan) bersama pegawai Kementerian Agama Kota Tegal.
Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI

Post a Comment

 
Top