GuidePedia

0
MEDAN (10/3) - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Sumatera Utara, Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho berharap Lomba Pementasan Media Tradisional Kabupaten/Kota se-Sumut tahun 2015 menjadi ajang masyarakat untuk semakin mencintai ragam budaya. Hal itu disampaikan Sutias saat membuka Lomba Pementasan Media Tradisional Kabupaten/Kota se-Sumut, Selasa (10/3) di Kantor RRI, Jalan Gatot Subroto, Medan.

Menurut Sutias, Sumut terkenal dengan multikultur yang menjadi daya tarik masyarakat, terutama dari luar daerah. Khususnya para pelajar SMP, SMA, dan mahasiswa yang datang melihat even edukasi tentang keragaman budaya Sumatera Utara.
“Kami beri apresiasi tertinggi kepada Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumut sebagai penyelenggara. Karena mampu menghidupkan kembali seni budaya yang telah lama hidup di tengah masyarakat. Semoga kegiatan seperti ini sekaligus sebagai pembinaan dan pemberdayaan media tradisional, yang sekarang dirasakan sangat sulit bersaing dengan hiburan saat ini,” ujarnya.
Istri Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho itu menaruh harapan besar kepada media tradisional. Selain dirindukan masyarakat, kata Sutias, media tradisional juga dapat melestarikan budaya bangsa. Oleh karena itu, media tradisional seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi guna mengangkat produk lokal di masing-masing daerah hingga dikenal masyarakat luas.
"Saya berharap kedepan media tradisional tidak hanya sebagai pelengkap program. Tetapi bisa bersaing dan menyajikan informasi yang sifatnya membantu pemerintah mempromosikan UKM, produk lokal, maupun wisata lokal," paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumut, Jumsadi Damanik, memaparkan ajang Media Tradisional diikuti oleh 14 kabupaten/kota, terdiri dari Medan, Deli Serdang, Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Langkat, Tanjung Balai, Labuhan Batu, Labuhanbatu Utara, Padang Sidempuan, Tapanuli Selatan, Tanah Karo, Samosir, Tobasa, dan Pakpak Barat.
“Kegiatan ini bertema ‘Dengan semangat hari ulang tahun ke 67 Sumut, kita tingkatkan daya saing dalam menyongsong ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015’. Para peserta lomba pun menampilkan seni budaya drama disertai tarian juga musik daerah masing-masing yang berkaitan dengan tema. Seperti peserta dari Deli Serdang yang membawakan drama berjudul Cinta Kelapa. Dimana masyarakat harus lebih jeli dan bersiap diri untuk menghadapi pasar bebas,” kata Jumsadi.
Begitu juga peserta dari Padang Sidempuan, lanjut Jumsadi, yang mengambil tema drama ‘Cincin Terakhir’. Drama itu menceritakan daerah Batu Jomba yang dalam waktu dekat mendapat perhatian pemerintah setempat dalam hal perbaikan infrastruktur. 
“Selain menerima tropi, para pemenang juga menerima uang tunai jutaan rupiah. Untuk juara pertama, akan mewakili Sumut dalam lomba tingkat regional dan juga di tingkat nasional,” pungkas Jumsadi.
Sumber: Humas Kantor Gubernur Sumatera Utara

Post a Comment

 
Top