GuidePedia

0
CIBINONG (6/3) – Anggota Komisi III DPR RI, TB Soemandjaja mengapresiasi kinerja Pengadilan Agama (PA) Cibinong dalam menangani berbagai perkara di Kabupaten Bogor, meskipun jumlah perkara yang dihadapi tak sebanding dengan personil yang menangani.
“Saya apresiasi kerja keras tim yang dipimpin Pak Hasany Nasir dalam menangani berbagai perkara menyangkut persoalan-persoalan hukum peradilan agama di Kabupaten Bogor ini meski tak sebanding antara jumlah perkara dengan personil yang menanganinya,” ujar Soenmandjaja saat melakukan kunjungan kerja ke Pengadilan Agama Cibinong dalam rangka reses Masa Sidang II DPR RI, Kamis (5/3).
Menurut Anggota Komisi Hukum DPR RI tersebut, setiap bulan terdapat 200-300 perkara yang harus diselesaikan, dengan jumlah hakim yang hanya 9 orang. Artinya masing-masing hakim akan menangani 22-33 perkara atau hampir setiap hari kerja terdapat sidang yang harus ditangani. Belum lagi, lanjut Soenmandjaja, PA Cibinong kekurangan panitera yang membantu jalannya persidangan.
“Ini patut diapresiasi karena satu perkara tak bisa selesai dalam satu kali sidang. Belum lagi jumlah panitera yang harus seimbang sehingga sidang bisa berjalan dengan baik. Mudah-mudahan Mahkamah Agung bisa menambah jumlah personil yang dibutuhkan,” jelas politisi PKS asal Dapil Kabupaten Bogor itu.
Sementara, Ketua Pengadilan Agama Cibinong, Hasany Nasir, berterima kasih atas dukungan Soenmandjaja. Ia mengakui bila dengan kondisi yang ada saat ini, setiap tahun selalu ada sisa perkara. “Hanya saja, tunggakan perkara itu selalu kami masukkan dalam perkara yang harus tuntas di tahun berikutnya,” ujar Hasany.
Hasany menyontohkan penyelesaian perkara pada tahun 2012 yang telah memenuhi target dan berhasil dengan baik. Dari jumlah sisa perkara tahun 2011 sebanyak 489, ditambah dengan yang diterima tahun 2012 sebanyak 2.942 perkara, sehingga total yang ditangani tahun 2012 berjumlah 3.431 perkara.
“Dari jumlah perkara tersebut (2.942) yang telah berhasil diselesaikan sebanyak 2.758 perkara atau sekitar 80 persen, sehingga sisa perkara pada akhir tahun 2012 sebanyak 673 perkara atau sekitar 20 persen,” jelas Hasany.
Lebih lanjut, Hasany menjelaskan bahwa mayoritas perkara yang diterima menyangkut persoalan perceraian. “80 persen adalah gugat cerai yang diajukan para istri. Ini fenomena yang cukup memprihatinkan,”  ujarnya.
Sayangnya, lanjut Hasany, dari perkara gugat cerai tersebut sedikit sekali yang berhasil dimediasi atau didamaikan. Selain itu, jumlah mediator yang dibutuhkan sangat minim. Menurut Hasany, saat ini hanya dua orang mediator yang berasal dari luar lembaga peradilan selain hakim yang tersedia. Oleh karena itu, kedepan ia berharap jumlah mediator akan bertambah seiring penambahan personil dari Mahkamah Agung.
Di akhir pertemuan, Soenmandjaja menyatakan harapannya agar kinerja PA Cibinong yang sudah baik dapat terus ditingkatkan. “Dengan demikian, harapan masyarakat yang mengurus perkaranya di Peradilan Agama Cibinong dapat terselesaikan dengan sebaik-baiknya,” tutupnya.
Keterangan Foto:
Anggota Komisi III DPR RI, TB Soemandjaja (kiri) berdialog dengan Ketua Pengadilan Agama Cibinong, Hasany Nasir (kanan) di Kantor Pengadilan Agama Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (5/3).

Post a Comment

 
Top