GuidePedia

0
NIAS BARAT (16/3) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan membangun jalan lingkar yang meliputi Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat hingga Kecamatan Afulu di Nias Utara. Rencana pembangunan jalan sepanjang 30 km tersebut disampaikan dalam rangka memenuhi permintaan warga masyarakat Nias. Demikian disampaikan Gatot saat membuka pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Aula Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat, Jumat (13/3).
Dalam sambutannya, Gatot menegaskan bahwa kunjungannya ke Kabupaten Nias Barat merupakan wujud komitmen Pemprov Sumut dalam rangka memajukan daerah tersebut. Seperti diketahui bahwa Kabupaten Nias Barat merupakan salah satu kabupaten tertinggal di Sumatera Utara dengan nilai Indeks Pembangunan Manusia yang berada di bawah rata-rata IPM nasional. Berdasarkan data, angka IPM Nias Barat mencapai angka 67,9, sementara rata-rata IPM nasional sejumlah 73, dan IPN Provsu mencapai sebanyak 75. Mengingat indikator tersebut, Gubernur Sumut meminta Pemerintah Daerah Nias Barat dapat lebih fokus pada prioritas pembangunan manusia melalui program pendidikan dan kesehatan.
Menanggapi permintaan tokoh masyarakat dalam agenda Musrenbang tersebut, Gatot mengungkapkan, pelaksanaan pembangunan jalan lingkar Sirombu-Afulu menjadi prioritas pihaknya yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2016.
"Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah yang rencananya akan kita bangun bekerjasama dengan TNI melalui program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD)," ujar Gatot.
Gubernur dalam kesempatan itu juga mengatakan Nias berpotensi menjadi Bali kedua di negeri ini kalau perencanaan pembangunan antarkabupaten dilakukan secara terpadu dan didukung dengan sosial kemasyarakatan. Dalam forum asosiasi pemerintah provinsi yang belum lama diselenggarakan serta dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, menurut Gatot, Wakil  Presiden RI mengungkapkan alasan mengapa Bali menjadi daerah tujuan wisata terbaik, diantaranya karena keramahan masyarakat Bali.
"Sumut dan Sulsel perlu belajar dari Bali bagaimana menyambut tamu. Itu yang dikatakan Wapres secara khusus kala itu," ujar Gatot.
Sementara itu, Bupati Nias Barat Adrianus Arozi Duhu Gulo mengatakan kunjungan Gubernur  menjadi pendorong bagi Kabupaten Nias Barat yang merupakan daerah otonomi baru pemekaran Nias tahun 2008. Nias Barat terdiri atas  8 kecamatan, 10 desa dan dihuni 80,894 jiwa, yang mayoritas masyarakat bermata pencaharian sebagai petani. Sebagai daerah otononi baru dia mengakui Nias Barat menghadapi banyak kendala, kebutuhan pembangunan yang tidak sebanding dengan keterbatasan anggaran. Kondisi kualitas kesejahterahan dalam taraf rentan kemiskinan, jumlah keluarga miskin, dan pengangguran yang cukup tinggi.
Sumber: Humas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara

Post a Comment

 
Top