GuidePedia

0


YOGYAKARTA (28/2) – Kondisi degradasi mental yang saat ini melanda Indonesia menjadi keprihatinan bangsa. Oleh karena itu, kedisiplinan berbangsa dan bernegara perlu kembali dihidupkan. Pembangunan karakter merupakan salah satu hal terpenting yang harus terus dilakukan agar Bangsa Indonesia menjadi lebih baik.
Demikian kata Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta saat melakukan kunjungan reses ke Akademi Angkatan Udara (AAU) di Maguwoharjo, Yogyakarta, Jumat (28/2). Kehadiran Sukamta langsung disambut oleh Wakil Gubernur AAU Kolonel Pnb. Wahyu A. Djaja, Marsda TNI Sugihardjo, dan para pejabat teras AAU.
Dalam kesempatan itu, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI itu juga mengapreasiasi kinerja dan prestasi para perwira TNI yang telah berjuang sekuat tenaga mempertahankan wilayah Indonesia, baik di darat, laut, maupun udara. Apresiasi tersebut diwujudkan dalam bentuk kesepakatan anggota dewan untuk menambah anggaran pertahanan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015.
“Pada APBN Perubahan 2015, Banggar DPR mengaku sudah sepakat menambah Rp5,3 miliar untuk pertahanan. Persentase kenaikan anggaran untuk pertahan merupakan yang paling besar dibandingkan pos anggaran lainnya. Total sekitar Rp100 triliun dialokasikan untuk pertahanan Indonesia," jelasnya.
Tidak hanya AAU, di hari yang sama Sukamta juga berkunjung ke Kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Yogyakarta. Sebagai anggota komisi yang membidangi urusan pertahanan, intelijen, luar negeri, komunikasi, dan informasi, Sukamta meminta pendapat Direktur RRI Yogyakarta, Saraswati, mengenai usulan penggabungan RRI dan Televisi Republik Indonesia (TVRI).
"RRI dan TVRI secara kelembagaan memiliki sejarah sendiri-sendiri. Namun, secara operasional (penggabungan lembaga) akan lebih efektif," ujar Saraswati menanggapi pertanyaan Sukamta.
Usai bersilaturahmi dengan pimpinan RRI Yogyakarta, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS DIY itu pun berkesempatan mengudara via jalur radio dalam sebuah sesi Dialog Khusus bertema hukuman mati terhadap para pengedar narkoba.
Selain AAU dan Kantor RRI Yogyakarta, Sukamta memanfaatkan masa resesnya untuk bersilaturahmi dengan Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo. Sukamta diterima langsung oleh Hasto di rumah dinas Bupati, Jumat (27/2) sore. Dalam obrolan yang berjalan santai tersebut banyak membahas mengenai pembangunan infrastruktur di Kulonprogo.
“Kami berharap DPR RI dapat mendukung berdirinya bandara baru di Kulonprogo,” ujar Hasto.
Sumber: Humas PKS DIY

Post a Comment

 
Top