GuidePedia

0


MEDAN (24/3) – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho menegaskan Pemprov Sumut sedang dan terus berupaya mensejahterakan nelayan, salah satunya dengan pemberian asuransi. Hal ini ditegaskan Gatot dalam Rapat Monitoring dan Evaluasi Gerakan Nasional Penyelamatan SDA Indonesia Sektor Kelautan di Kantor Gubernur Sumut, Kota Medan, Selasa (24/3).
"Sumatera Utara adalah provinsi yang pertama memberikan asuransi kepada nelayan, dari tahun 2011 hingga saat ini jumlah nelayan yang sudah diasuransikan sebanyak 3.342 nelayan. Namun dari jumlah nelayan Sumut sebanyak 27.679 jiwa," ujarnya. 

Gatot mengaku jumlah tersebut masih minim. Oleh karena itu, Gatot meminta bantuan pemerintah pusat dan juga pemerintah kabupaten/kota ikut mengalokasikan anggaran perlindungan jiwa bagi nelayan yang memang memiliki resiko tinggi dalam operasionalnya. Sumut sendiri, kata Gatot, memiliki panjang pantai 1.300-an kilometer, terdiri dari 554 kilometer di pantai timur dan sisanya di Nias serta Pantai Barat.

“Dari 33 kabupaten/kota, 17 daerah tercatat memiliki wilayah laut. Namun, ia mengakui dari potensi perikanan sebanyak 842 ton, baru bisa dieksplor 67 persen. Makanya, selain terus melakukan pemberdayaan SDM Kelautan, juga dilakukan penertiban perizinan,” jelas Gatot.
Rapat Monitoring dan Evaluasi Gerakan Nasional Penyelamatan SDA Indonesia Sektor Kelautan diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Rapat bertujuan membahas pencegahan operasi kapal ikan ilegal, khususnya asing, di perairan Indonesia.
Selain Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, rapat juga dihadiri Plt Ketua KPK Taufiqurrahman Ruki dan empat pimpinan daerah, antara lain Gubenur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, serta Gubernur Aceh yang diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan Azhari. 
Sumber: Humas Pemprov Sumatera Utara

Post a Comment

 
Top