GuidePedia

0
MAKASSAR (19/3) – Anggota Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Sri Rahmi mewanti-wanti Dinas Pendidikan tentang pungutan yang sering terjadi di sekolah menjelang ujian nasional. Hal ini ia ungkapkan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi E DPRD Sulsel dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel terkait Persiapan Ujian Nasional, Rabu (18/03).
"Jadi tidak boleh lagi ada kasus siswa tidak ikut ujian gara-gara belum membayar segala macam pengutan di sekolah. Dinas Pendidikan harus mengantisipasi hal itu. Kasihan anak-anak kalau tidak ikut ujian karena belum membayar," tegas Sri Rahmi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Salam Soba mengungkapkan bahwa Dinas Pendidikan dan Pemprov Sulsel telah mengintruksikan seluruh sekolah di provinsi tersebut untuk tidak melakukan pungutan apapun menjelang ujian nasional.
"Dalam ujian nasional tidak boleh ada pungutan apapun. Kalau ada pungutan, maka Dinas Pendidikan akan memberikan teguran, baik secara lisan, tertulis, maupun teguran berat," kata Salam Soba.
Selain pungutan, Komisi E juga menanyakan kesiapan Dinas Pendidikan Sulsel menjelang UN, terutama pendistribusian soal ujian ke semua sekolah di provinsi tersebut. Terkait hal ini, Salam Soba menyatakan bahwa pada 11 April 2015 pendistribusian dijamin telah rampung, sedangkan UN akan diselenggarakan pada 13 April 2015.
“Untuk Ujian Nasional tahun ini (2015), Dinas Pendidikan menargetkan tingkat kelulusan mencapai 100 persen,” pungkas Salam Soba.

Post a Comment

 
Top