GuidePedia

0
BANDUNG (20/4) - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menekankan 3 hal penting yang harus dilakukan dalam rangka membangun kemandirian ekomomi bangsa. Ketiga hal atau isu tersebut, yaitu: peningkatan jumlah wirausahawan, usaha pengolahan industri hulu (pengolahan bahan baku) sampai hilir (pengolahan barang jadi) dilakukan oleh bangsa sendiri, serta pendekatan ekonomi kerakyatan.

Ini diungkapkannya pada saat menjadi pembicara dalam acara diskusi yang diselenggarakan oleh Forum Diskusi Wartawan Ekonomi Bandung (Fordisweb) di Balai Pelatihan Ketransmigrasian & Kewirausahaan Disnakertrans Jabar, Jl. Soekarno-Hatta No. 532, Kota Bandung, Senin (20/4), 

"Kita mendorong jumlah wirausaha baru, sebab jumlah wirausahawan di negeri ini belum proporsional. Kemudian kita juga mendorong wirausaha pengolahan industri mulai hulu-tengah-hilir. Dan kita lakukan pendekatan ekonomi kerakyatan, yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat baik melalui ekonomi kecil, menengah, ataupun besar,” papar Aher dalam forum tersebut.

Menurut Aher, Jawa Barat merupakan provinsi dengan pengolahan industri manufacturing (pengolahan) terbesar di Indonesia. Namun, Aher pun menyayangkan karena bahan baku industrinya yang hampir seluruhnya masih dilakukan secara impor.

Untuk itu, Aher pun mengajak kepada berbagai pihak terutama para pengusaha untuk menghadirkan komitmen dan kebijakan pengolaha nmanufacturing berbagai sumber daya alam, baik pertanian ataupun mining (pertambangan) mulai dari hulu hingga hilirnya di dalam negeri. Karena menurutnya, hal tersebut akan meningkatkan daya jual serta nilai yang lebih tinggi.

“Sumber daya alam, baik pertanian ataupun mining, ketika setelah diolah menjadi barang jadi akan mempunyai nilai yang lebih tinggi dan pada saat yang bersamaan akan ada akselerasi kemakmuran disitu,” kata Aher.

Aher pun mencontohkan bangsa Korea yang berhasil menghadirkan komitmen kebangsaannya, dengan cara menghadirkan kebijakan pengolahan industri mulai dari hulu, menengah, hingga hilir dilakukan di dalam negeri. Dan hal ini menghadirkan kebutuhan tenaga dan jam kerja yang luas di Korea.

“Menjual produk hulu keluar sama dengan menjual-mengekspor jam kerja dan tenaga kerjanya keluar,” tambah Aher.

Sementara itu, Ketua Fordisweb Dadi Haryadi mengatakan, melalui forum ini diharapkan akan semakin meningkatkan jumlah para pengusaha. Ia pun mengungkapkan keinginannya agar para jurnalis berperan aktif dalam mengembangkan dunia usaha dengan menjadi seorang wirausahawan.

“Melalui diskusi ini diharapkan akan hadir peningkatan jumlah pengusaha dan kulitas kewirausahaannya. Kami (wartawan) juga ingin menciptakan wartawan yang berwirausaha. Karena saya pikir wartawan punya modal berharga, seperti jaringan dan informasi yang luas,” ujar Dadi.

Pada kesempatan ini, selain menjadi pembicara Aher pun menyempatkan diri untuk melihat berbagai fasilitas pelatihan di balai tersebut. Di balai ada unit percontohan Jamur Tiram, unit percontohan budidaya itik dan unggas, fasilitas pelatihan untuk industri wisata dan perhotelan, serta lokasi tanah dan alat untuk mengembangkan berbagai jenis tanaman perkebunan dan pertanian lainnya.

Ikut hadir pada forum ini Asisten Daerah Bidang Perekonomian & Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Jawa Barat, Kepala Balai Pelatihan Ketransmigrasian & Kewirausahaan Disnakertrans Jawa Barat, serta para peserta diskusi yang sebagian besar merupakan wartawan dari berbagai media cetak, radio, televisi, dan media online di Kota Bandung.


Sumber: Humas Provinsi Jawa Barat 

Post a Comment

 
Top