GuidePedia

0
BANDUNG (22/4) – Konferensi Asia Afrika (KAA) merupakan momentum berskala International dimana Bandung menjadi tuan rumah penyelenggara KAA ke 60 yang baik dan terkenal keramah tamahannya. Selain itu dalam acara ini juga akan diangkat keunggulan lokal segala sesuatu yang ada di Indonesia dengan maksud membangun kewibawaan dengan potensi yang dimilki.


Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan mengatakan bertepatan dengan KAA tersebut dapat dilihat adanya fenomena kebangkitan gerakan ekonomi kerakyatan dari munculnya pelaku-pelaku usaha yang mengeksplorasi sumber daya alam kita berupa batu. Hal tersebut ia ungkapkan pada press conference Mengenalkan Bolo Tie sebagai Cendramata untuk Delegasi KAA, di Pusat Promosi Batumulia Indonesia atau Gem Afia Bandung, Rabu (22/4).



“Patut disyukuri tanpa inisiasi dari pemerintah, masyarakat mencoba untuk membangun peluang pemberdayaan ekonomi di tengah masyarakat melalui sumber daya alam ini berupa batu mulia sekaligus membuat masyarakat Indonesia bangga atas potensi sumber daya alamnya dan tergerak untuk ikut serta pengelolaan yang baik,” lanjut istri dari Gubernur Aher tersebut.



Netty menuturkan pemilihan cendramata ini merupakan hasil diskusi antara Dekranasda Provinsi Jawa Barat dengan Sujatmiko selaku pakar Geologi sekaligus Owner Gem Afia  inginnya ada sebuah cendramata asli dari Jawa Barat. Cendramata ini berupa Bolo Tie yang bentuknya universial, sehingga mudah untuk digunakan dibandingkan dengan cincin karena ada kesulitan dengan ukuran lingkar jari yang pasti berbeda tiap Kepala Negara. 



“Menurut rencana dari Pemerintah Jawa Barat dan panitia pusat diharapkan Bolo Tie ini akan diberikan secara khusus di Gedung Negara Pakuan pada saat sesi jamuan makan siang, dari Gubernur Jawa Barat diberikan kepada Presiden Indonesia kemudian kepada Kepala Negara secara simbolis,” pungkasnya.



Sebanyak 119 Bolo Tie untuk Kepala Negara dan 20 Bolo Tie untuk Menteri Luar Negeri jadi keseluruhan berjumlah 139 Bolo Tie. Jadi Bolo Tie ini bisa digambarkan seperti batunya ditempel d sebuah logam kemudian disematkan dengan menggunakan tali dari kulit asli. Jadi bisa dikatakan cendramata ini “From West Java To The Word”.


Pakar Geologi sekaligus Owner Gem Afia Sujatmiko menjelaskan jenis batu yang dijadikan salah satu cendramata bagi para Pimpinan Dunia yaitu Jasper dan Purple Casedon dari Tasikmalaya, Blue Oval dari Sukabumi, Kaligrafi Kalsidoni dari Gunung Halu Bandung, Fosil Kayu dari Garut. Pengerjaan cendramata sudah hampir selesai dilakukan dengan kurun waktu hanya satu bulan.


Turut didampimhi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Ferry Sofwan dan Kepala Bagian Humas Setda Provinsi Jawa Barat Ateng Kusnandar.

Sumber: Humas Pemprov  Jabar  

Post a Comment

 
Top