GuidePedia

0
ACEH (24/4) - Anggota komisi  VI Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Zaenal Abidin mendorong pemerintah Aceh untuk proaktif mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kerja Aceh dalam rangka menghadapai Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan diberlakukan mulai tahun 2015 ini.

Zaenal menyebutkan pemberlakukan MEA akan berdampak pada kebutuhan SDM yang mampu bersaing pada skala internasional, oleh sebab itu Zaenal melihat pentingnya persiapan bagi tenaga kerja Aceh untuk belajar ketrampilan dan beberapa bahasa asing. Karena selain tenaga kerja asing yang akan masuk ke Indonesia, tenaga kerja Indonesia juga akan diberikan kemudahan untuk mencari kerja di negara-negara peserta MEA.

“Pemerintah melalui dinas terkait harus mempersiapkan kemampuan berbahasa asing bagi tenaga kerja Aceh, khususnya bahasa Inggris, bahasa Cina bahkan bahasa Arab, karena kita dengar di luar sana seperti Thailand juga melakukan hal yang sama, mereka sudah mulai belajar bahasa Indonesia,” ujar Politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Zaenal mengatakan jika tidak dilakukan persiapan yang matang, dikhawatirkan pelaksanaan MEA justru akan menjadi beban baru bagi pemerintah Aceh dalam hal mengurangi angka pengangguran dan peningkatan ekonomi masyarakat.

“Saat ini angka penganguran Aceh masih di atas rata-rata Nasional, bayangkan saat pelaksanaan MEA, kalau tenaga kerja kita tidak mampu bersaing dengan pekerja dari luar, tentu ini akan berdampak pada bertambahnya jumlah pengangguran,” lanjutnya lagi.

Selain sektor tenaga kerja, Zaenal juga mendorong dinas terkait untuk melakukan pelatihan-pelatihan ketrampilan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di provinsi Aceh sehingga produk yang dihasilkan lebih berkualitas dan bisa dipasarkan di tingkat internasional.

“Kalau sudah persaingan di tingkat internasional maka standarisasi akan sangat menentukan, begitu juga packaging kita yang selama ini dinilai masih kurang, dan pemerintah yang harus membantu pemasaran dari produk-produk UMKM dari masyarakat Aceh,” tambah Zaenal.

Begitu juga dengan sektor Pariwisata dan kesiapan mental masyarakat Aceh menerima orang luar datang ke Aceh. Zaenal mendorong pemerintah Aceh untuk meningkatkan sosialisasi dan informasi kepada masyarakat terkait agenda MEA itu sendiri.


”Jadi yang harus kita pahami bersama, suka tidak suka, mau tidak mau, siap tidak siap, MEA ini akan tetap dijalankan, oleh karenanya, ini akan menjadi tanggungjawab kita bersama untuk mempersiapkan diri dari sekarang,” pungkas Zaenal.


Sumber: Humas PKS Aceh

Post a Comment

 
Top