GuidePedia

0
PADANG (19/4) – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Irwan Prayitno menyatakan bahwa sebagai konsumen, masyarakat harus paham akan hak dan kewajiban mereka. Oleh karena itu ketika membeli suatu produk hendaklah konsumen cerdas dalam memilih barang. Sehingga mereka benar-benar mendapatkan apa yang dibutuhkan sebagai seorang pembeli. Hal tersebut Irwan sampaikan dalam acara peringatan hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2015, di Halaman Kantor Gubernur Sumbar, Minggu (19/4).

“Dengan gerakan ini, kita berharap masyarakat menjadi konsumen yang cerdas, membeli produk dalam negeri, berkualitas, standar nasional Indonesia, serta mengingat hak dan kewajibannya sebagai konsumen. Kemudian jangan lupa teliti sebelum membeli, jangan ceroboh, pastikan produk sesuai standar mutu, perhatikan label, serta beli sesuai kebutuhan dan keinginan,” tegas Irwan.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Sumbar, Mudrikan menilai Harkonas adalah langkah pemerintah untuk mengajak masyarakat menjadi betul-betul cerdar sebagai konsumen. Sehingga produk yang dibeli konsumen harus memiliki standar nasional.

“Jadi biasakan membeli produk dalam negeri,” ujar Mudrikan.

Dipaparkannya, bahwa tujuan dari sosialisasi hak dan kewajiban konsumen ini adalah agar konsumen kritis dan berani memperjuangkan haknya sebagai pembeli ketika mendapatkan barang atau jasa yang dibelinya tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan serta tidak sesuai dengan perjanjian. Namun Mudrikan juga menegaskan agar konsumen mengerti tentang kewajibannya, sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK).

Lebih lanjut Mudrikan juga menghimbau agar para konsumen selalu teliti sebelum membeli. Biasakanlah untuk meneliti barang dan/atau jasa yang ditawarkan di pasar.

“Minimal secara kasat mata, sehingga bisa diketahui keadaan yang sebenarnya dari barang dan/atau jasa tersebut. Dan bila kurang jelas/paham, dapat menyampaikan untuk bertanya atau untuk memperoleh informasi atas barang dan/atau jasa tersebut. Berdasarkan hal ini, dapat diperoleh gambaran umum atas barang dan/atau jasa yang ditawarkan di pasar,” lanjutnya.

Mudrikan juga menambahkan agar konsemen selalu memperhatikan label, Manual Kartu Garansi (MKG), dan masa kadaluarsa ketika membeli barang. Khususnya atas barang makanan, minuman, obat, dan kosmetik. Pastikan barang-barang tersebut dalam keadaan terbungkus yang disertai label. Dan dalam label harus dicantumkan komposisi, manfaat, aturan pakai, dan masa berlaku. Sedangkan bila membeli produk telematika dan elektronika harus dilengkapi dengan petunjuk penggunaan (manual) dan kartu jaminan garansi purna jual dalam Bahasa Indonesia.

“Perhatikan masa kadaluarsa agar berhati-hati terhadap barang yang masuk ke dalam tubuh atau yang digunakan di luar/atas tubuh. Karena barang tersebut sangat erat kaitannya dengan aspek kesehatan, keamanan, dan keselamatan konsumen,” ujarnya.

Konsumen juga diajak untuk selalu memastika produk yang dibelinya sesuai dengan mutu kesehatan, keamanan, dan keselamatan lingkungan (K3L). Mudrikan juga mengajak masyarakat agar akrab dengan produk bertanda Standar Nasional Indonesia (SNI) dan memperhatikan produk yang sudah wajib SNI. Karena produk bertanda SNI lebih memberikan jaminan kepastian atas kesehatan, keamanan dan keselamatan konsumen, bahkan lingkungannya (K3L).

Saat ini terdapat produk dengan SNI yang diberlakukan secara sukarela (voluntary) dan 89 jenis produk yang sudah SNI Wajib. Standar lain yang diberlakukan di dunia adalah Japanese Industrial Standards (JIS), British Standards (BS), American Society for Testing and Materials (ASTM), Codex Standard, dan lain sebagainya.

“Contohnya saat kita beli pakaian bekas luar negeri, kini jadi perhatian, pakaian tersebut tidak sehat, aman, dan nyaman, apalagi berbahaya terhadap lingkungan, sebab mengandung ribuan bakteri yang terbawa oleh pakaian tersebut,” tegas Mudrika.

Pesan lain yang ingin disampaikan dari acara Harkonas ini adalah agar konsumen membeli sesuai dengan kebutuhan dan bukan keinginan. Konsumen diajak untuk tidak mempunyai perilaku konsumtif yang mengakibatkan barang dan/atau jasa menguasai atau mempengaruhinya. Melainkan harus menjadi menjadi konsumen yang dapat menguasai keinginannya untuk membeli barang dan/atau jasa.

Rangkaian kegiatan Harkonas 2015 di Provinsi Sumbar diisi dengan jalan santai yang dilepas langsung oleh Gubernur Irwan Prayitno. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan gerakan konsumen cerdar di kain sepanjang 10 meter. Selain itu juga digelar Talkshow dan lomba melukis payung untuk anak-anak.



Sumber: Humas Sumatera Barat

Post a Comment

 
Top