GuidePedia

0
PADANG (22/4) – Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno membuka diskusi panel dan sosialisasi terkait Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2015 tentang Percepatan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah serta Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 tahun 2015 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 54 Tahun 2010 di Hotel Pangeran, Padang (22/4).

Tema yang diangkat dalam diskusi panel kali ini adalah “Kupas Tuntas Strategi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Sesuai Hukum dan Perundang-Undangan”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi (LPJK) Provinsi Sumatera Barat.

Gubernur berharap acara diskusi panel ini dapat mengupas secara terang benderang, substansial, dan implementasi terkini terhadap perubahan ketentuan dalam Perpres No. 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah yang telah beberapa kali mengalami perubahan.

“Pengadaan barang dan jasa merupakan kegiatan yang pasti dilaksanakan tiap tahunnya, namun tetap masih terjadi kesalahan-kesalahan dalam proses pengadaan barang dan jasa ini. Apakah itu memang tidak tahu, atau sengaja melanggar ketentuan yang ada.  Dan untuk pejabat yang mengurus pengadaan barang dan jasa apabila melakukan kesalahan akan berhadapan dengan hukum yang berlaku pula” ucap Irwan.

Irwan menambahkan bahwa kegiatan ini perlu dilakukan  di Sumatera Barat dalam rangka percepatan pelaksanaan belanja daerah dan negara agar mempercepat pelaksanaan pembangunan sektor kontruksi dan infrastruktur yang memerlukan inovasi terhadap pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah yang saat ini telah dilakukan dengan pemanfaatan teknologi informasi melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

Untuk itu Irwan berharap agar para penyedia dan pengguna jasa kontruksi di Sumatera Barat dapat mengetahui dan memahami dengan baik aturan-aturan yang telah dituangkan oleh Pemerintah dalam Perpres Nomor 4 Tahun 2015 dan Intruksi Presiden Nomor 1 tahun 2015 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, sehingga aman dari resiko hukum yang setiap saat dapat menjerat siapa saja.



Sumber: Humas Pemprov Sumatera Barat

Post a Comment

 
Top