GuidePedia

0
BANDUNG (16/4) – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar acara Sosialisasi Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah Berbasis Akrual untuk laporan keuangan di Kantor Bappeda Jawa Barat, Jl. Ir. H. Juanda Bandung, pada Kamis (16/4).

Laporan keuangan Berbasis Akrual atau juga disebut cash toward accrual ini, merupakan laporan yang menggunakan basis kas untuk pengakuan transaksi pendapatan, belanja dan pembiayaan, dan basis akrual untuk pengakuan asset, kewajiban, serta ekuitas dana.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) yang hadir pada sosialisasi ini mengatakan, sosialisasi ini bagus dan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menerapkan laporan keuangan yang mempunyai penilaian tidak hanya Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atau tak wajar, namun juga sebagai indikator untuk melihat implikasinya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Akrual base ini bagus. Jadi laporan keuangan tidak hanya wajar atau tidak wajar, tapi juga berguna atau tidak untuk masyarakat," ungkap Gubernur Aher dalam sambutannya.

Sejauh ini, Gubernur pun menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah siap untuk menerapkan sistem laporan keuangan berbasis akrual tersebut.

Selain itu, pada laporan keuangan tahun 2016 mendatang akan ada 12 item yang akan dicantumkan. Sementara itu, pada laporan keuangan tahun 2014 dan tahun-tahun sebelumnya hanya ada 4 item dan pada laporan keuangan tahun 2015 ditambah menjadi 7 item yang harus ada pada setiap laporan keuangan pemerintahan.

Hadir pada acara ini, Dirjen Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI, Kepala Kantor Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat, Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Pusat, Kepala Kantor Perwakilan BPKP Jawa Barat, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Biro di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Walikota/Bupati atau perwakilan  Pemerintah Kota/Kabupaten se-Jawa Barat. 


Post a Comment

 
Top