GuidePedia

0
BANJARSARI (23/4) – Warga Pundunggede, Solo mengeluhkan bau bangkai yang berasal dari pabrik pengolahan tulang dan kulit yang terletak di wilayah Kadipiro Utara tepatnya di RW. 16. Keluhan ini disampaikan oleh Bambang Sularso Ketua RT. 4 RW. 16 Kelurahan Kadipiro pada acara Penyerapan Aspirasi Masyarakat bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surakarta, Muhadi Syahroni, Kamis (23/4). 

Meskipun pabrik terletak di RW 16, tetapi polusi udara yang ditimbulkan pabrik tersebut berupa bau bangkai membuat warga di RW. 15 merasa tidak nyaman. Bambang juga menyampaikan sudah berkali kali mengajukan pengaduan baik lisan maupun tertulis dalam pertemuan-pertemuan warga yang disampaikan langsung kepada pemilik pabrik pengolahan tulang dan kulit tersebut.

“Kami juga sudah menyampaikan dalam pertemuan Kelurahan, tapi sepertinya pengaduan kami kurang berpengaruh,” ungkap Bambang. 

Selain itu beberapa warga lain turut menimpali, mereka sering melihat ada aparat yang setiap hari rutin menyambangi di luar pabrik tersebut. Sehingga banyak warga yang menyangka bahwa pabrik tersebut mempunyai backing dari pihak aparat kepolisian.

Selain keluhan tersebut, warga juga mengeluhkan keberadaan bangunan liar yang berdiri di tanah pemerintah seluas lebih dari 5.000 meter yang berada di wilayah RT. 7 dan RT. 8 RW. 23. Adanya bangunan liar ini menjadi peluang bagi warga yang bukan asli sana untuk melakukan tindakan asusila sehingga membuat tidak nyaman masyarakat sekitar. Sebelumnya pernah terdengar kabar bahwa tanah tersebut akan dimanfaatkan guna pembangunan Rumah Susun Sederhana. 

Menanggapi hal tersebut, Muhadi Syahroni, selaku perwakilan anggota dewan yang ditugaskan untuk agenda Serap Aspirasi tersebut mengatakan akan segera melakukan kordinasi kepada pihak terkait.

"Aduan dan aspirasi ini akan kami sampaikan dalam laporan reses saya dan besar harapan kita semua agar semua maslah bisa diatasi," pungkas legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.


Sumber: Humas PKS Solo

Post a Comment

 
Top