GuidePedia

0
SOLO (30/4) – Penanganan banjir yang melanda Kota Solo pekan lalu dianggap masih banyak kekurangan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo disarankan harus banyak berbenah dalam penanganan bencana terutama banjir yang menjadi bencana tahunan di Solo. BPBD pun berkilah mengenai sarana dan prasarana yang masih belum lengkap. 

"Dalam hal penanganan banjir kemarin, kami baru memiliki dua kapal karet yang bermesin. Itupun yang mengoperasionalkan belum mahir," kata Ketua BPBD Solo, Gatot Susanto setelah rapat koordinasi dengan Komisi IV DPRD Solo, Kamis (30/4).

Selain itu, BPBD juga mengaku belum mempunyai peralatan dapur umum mobile. Ia mengatakan, untuk pembuatan dapur umum banjir kemarin meminjam peralatan dari BPBD Karanganyar, Wonogiri, dan Magelang.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Solo, Asih Sunjoto Putro mengatakan BPBD harus menambah sumber daya manusianya (SDM). Dengan banjir Solo kemarin yang memakan korban mencapai 10 ribu Kepala Keluarga (KK), BPBD dinilai masih terlihat kewalahan. Bahkan, RW II Banyuanyar yang notabene tempat tinggal legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga tidak mendapatkan bantuan logistik dari BPBD.

"Kami dapat laporan dari masyarakat nasi yang dimasak di dapur umum BPBD masih belum matang. Untuk itu selain menambah SDM juga butuh pelatihan yang lebih," pungkas Asih.

Keterangan Foto: Sekretaris Komisi IV DPRD Solo, Asih Sunjoto Putro saat memberi bantuan banjir


Sumber: Humas PKS Solo

Post a Comment

 
Top