GuidePedia

0
BEKASI (27/6) – “Luar biasa, Subhanallah. Selalu menetes air mata ini dari awal masuk gedung ini. Suasananya beda banget, seperti memasuki sebuah ruangan yang isinya para ahli Quran yang mendapat surga Allah. Merinding dan tak bisa diungkapkan dengan kata-kata."


Demikian pendapat dari salah satu wali santri dari Bekasi Timur, Nining Kurniati, saat prosesi wisuda penghafal Al-Quran 30 Juz, Angkatan 1-5, Pondok Pesantren Darul Quran (DQ) Mulia di Gedung Widya Bakti Puspitek Tangerang, Sabtu (27/6).

"Para hufadz diharapkan bisa menjaga hafalan yang sudah ada itu dengan sebaik-baiknya dan berusaha untuk mengamalkannya serta menikmati proses semuanya itu. Diharapkan juga mereka terjun ke masyarakat mewarnai dengan akhlaq Al-Qur’an dan menjadi para alim ulama," pesan KH Abdul Hasib Hasan,Lc, pengelola pesantren.

Prosesi wisuda Al-Quran di pesantren ini, baru pertama kali dilakukan, dengan mengumpulkan semua hufadz dari angkatan pertama angkatan ke 5 (2007-2015). Sejak DQ berdiri tahun 2007 – sekarang, Alhamdulillah DQ sudah melahirkan para hufadz sebanyak 64 santri, terdiri dari 39 ikhwan dan 25 akhwat.

Wisuda Quran meninggalkan kesan mendalam bagi para orang tua. Ada rasa haru dan bahagia menyaksikan anak mereka sendiri bisa menyelesaikan hafalannya.

"Semoga hafalannya mutqin, sehingga Quran bisa menjadi syafaat baginya dan buat kami orang tuanya," kesan Sri Zulaecha, wali santri dari Bintara Jaya Bekasi Barat.

Dalam wisuda penghafal Quran 30 Juz yang seluruhnya berjumlah 64 anak ini, terdapat 9 anak kader PKS Kota Bekasi.


Sumber: Humas PKS Kota Bekasi

Post a Comment

 
Top