GuidePedia

0
MEDAN (5/6) – Fenomena batu akik yang melanda Indonesia sekarang ini mendongkrak perekonomian masyarakat, dan mendukung program pemerintah untuk menciptakan pengusaha baru. Ini disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Barat (Jabar) Netty Heryawan ketika mengadakan kunjungan balasan ke Dekranasda Sumatera Utara (Sumut), Jumat (5/6).

"Kunjungan ini disamping untuk bersilaturahim membina kebaikan juga dalam rangka menunaikan amanah, semangat, dan komitmen untuk turut mensejahterakan masyarakat," jelas Netty dalam sambutannya.

Mengenai fenomena batu akik, Netty berharap fenomena batu akik bisa bertahan lebih lama tidak seperti pohon anthurium yang pernah booming hingga harganya mencapai ratusan juta rupiah tapi hanya berlangsung kurang lebih satu tahun. 

Netty menceritakan pengalamannya ketika peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di gelar di Bandung bulan April lalu, dirinya menghadiahi tamu negara delegasi KAA boloties atau dasi koboy yang terbuat dari batu akik hasil karya salah seorang ahli geologi dari Bandung, ternyata cinderamata tersebut sangat disukai, sehingga saat ini kebanjiran pemesan.

Oleh karena itu Netty menilai, dalam fenomena batu akik pemerintah tidak perlu terlalu memproteksi namun harus terus membina dan membantu perkembangkannya, selama dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Sebelumnya Kordinator Humas Dekranasda Sumut Jumsadik Damanik saat menerima rombongan Dekranasda Jabar, yang didampingi Kepala Dinas Koperasi Siregar menjelaskan bahwa beberapa daerah di Sumut mempunyai potensi batu akik seperti di Langkat, Nias, dan Sibolga. Dijelaskannya, walaupun mungkin tidak sebagus batu akik dari daerah lain di Indonesia namun fenomena batu akik telah mendukung salah satu program Sumatera Utara yaitu menciptakan 60.000 pengusaha pemula dan target tersebut segera tercapai.


Namun demikian, tambah Damanik, bukan hanya kuantitas yang menjadi target, namun kualitas pengusaha pemula tersebut juga harus terus dibina dan ditingkatkan, bantuan permodalan juga sudah dipermudah namun masalahnya saat ini adalah akses pemasaran. 
Agenda Dekranasda Jabar berikutnya akan mengunjungi beberapa perajin di Sumut seperti perajin tenun ulos dan songket, pengrajin sulam kruistik, pengrajin sepatu kulit, dan pengrajin batu.

Sumber: Humas Pemprov Jawa Barat


Post a Comment

 
Top