GuidePedia

0
Jakarta (3/8) - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Yudi Widiana Adia meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-Pera) lebih serius membenahi infrastruktur pengelola Sumber Daya Air. Hal ini didukung meluasnya ancaman kekeringan di 16 provinsi akibat El Nino.

Yudi menyampaikan hal ini di sela-sela kegiatan reses di Sukabumi, Jawa Barat, Senin (3/8). Ia menyoroti kekeringan dan krisis air yang terjadi di sebagian wilayah Indonesia saat ini disebabkan kapasitas tampung waduk yang masih rendah.

"Di sisi lain kebutuhan air baku semakin tinggi akibat pesatnya pertambahan jumlah penduduk, berkembangnya aktivitas manusia, dan tidak efisiennya pola pemanfaatan air," ujarnya.

Menurut Wakil Ketua DPP PKS ini, daya tampung waduk hanya mampu mencapai 20%. Sementara, layanan irigasi waduk baru maksimal 11%.

"Kondisi ini tak memenuhi kebutuhan air baku dan irigasi yang ada. Tak heran, jika memasuki musim kemarau, kekeringan terjadi dimana-mana karena pola pemanfaatan air kita tidak efisien," tambah aleg yang berasal dari daerah pemilihan Jawa Barat IV tersebut.

Yudi menjelaskan Indonesia seharusnya menjadi salah satu negara terbasah di dunia. Oleh karena Indonesia diperkirakan memiliki cadangan air mencapai 3.221 miliar meter kubik/tahun. Cadangan air yang demikian besar diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan air sekitar 222 juta jiwa penduduk Indonesia.

“Tapi ketersediaan air justru tidak merata. Saat ini, sudah beberapa daerah mengadukan darurat kekeringan. Karena itu, pengelolaan SDA harus menjadi fokus pemerintah ke depan," tambah Yudi.

Seperti diketahui, kekeringan pada tahun 2015 diprediksi akan lebih parah dibandingkan pada tahun 2014. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), saat ini terdapat 16 provinsi, 102 kabupaten atau kota, dan 721 kecamatan yang telah mengalami kekeringan.

Baca juga Kenaikan Anggaran untuk Optimalkan Pengelolaan Air

Keterangan Foto: Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS, Yudi Widiana Adia.

Post a Comment

 
Top