GuidePedia

0
JAKARTA (10/8) – Tingginya harga daging sapi dan kebutuhan pokok jelang peringatan 70 tahun Kemerdekaan RI menunjukkan bangsa Indonesia belum merdeka pangan. Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Andi Akmal Pasluddin menyatakan hal ini dalam siaran persnya, Senin (10/8).

“Saya sangat menyayangkan keadaan tingginya harga daging dan beberapa kebutuhan pokok usai lebaran ini, yang semestinya dapat segera turun malah menjadi naik tinggi, membuat resah berbagai kalangan, ucap Andi Akmal.

Andi Akmal mengatakan harga kebutuhan pokok yang tinggi, terutama daging sapi, dipicu langkanya stok daging. Di dalam satu pekan harga daging bisa naik hingga tiga kali lipat di tingkat pemotongan hewan. Menurut Andi Akmal, kenaikan harga daging akan membentuk rasionalisasi para pedagang bahwa pemberian izin impor sebesar 50.000 ekor sapi sangat jauh dari kebutuhan.

“Saya sangat berharap pemerintah dapat segera memberikan solusi terhadap tingginya harga daging sapi tanpa impor lagi. Jika opsi impor tetap dilakukan, maka para peternak yang mempersiapkan momen Idul Adha akan semakin terpuruk pada beberapa bulan ke depan, ujar Andi Akmal.

Politisi asal Sulawesi Selatan ini menjelaskan bahwa kebutuhan nasional daging di Banten, Jakarta, dan Jawa Barat lebih dari setengah kebutuhan nasional. Artinya, lanjut Andi Akmal, apabila terjadi gejolak harga atau kelangkaan daging, wilayah-wilayah tersebut yang paling merasakan dampaknya,

“Contoh, di sekitar Bandung Raya seluruh pedagang daging sapi sampai mengajukan mogok jualan dari Sabtu hingga Rabu (8-12 Agustus 2015), hingga membuat pemerintah setempat harus melakukan operasi pasar daging,” jelasnya.

Andi Akmal menambahkan harga pasaran daging antara 120.000 - 130.000 Rupiah per kilogram dinilai semua kalangan, baik masyarakat maupun pedagang kecil, masih terlalu tinggi. Harga wajar seharusnya maksimal 90.000 Rupiah per kilogram.


“Tingginya harga daging karena stok langka menunjukkan manajemen yang dilakukan pemerintah belum tertata baik selama 3 bulan ini. Kita semua prihatin jelang peringatan Kemerdekaan RI ke 70, malah dihiasi dengan situasi penjajahan akan tingginya harga pangan, pungkas Andi Akmal.

Keterangan Foto: Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Andi Akmal Pasluddin.

Post a Comment

 
Top