GuidePedia

0
JAKARTA (3/8) – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Yudia Widiana Adia menjelaskan DPR bersama pemerintah telah menaikkan anggaran yang cukup signifikan sejak tahun 2013 untuk mengoptimalkan pengelolaan air. 

Yudi mengungkapkan hal ini terkait desakannya kepada pemerintah, melalui KemenPU-Pera, untuk segera membenahi infrastruktur pengelola sumber daya air karena kekeringan di berbagai daerah.  

"Tahun 2015, sebagian besar alokasi tambahan anggaran sebesar Rp8,2 triliun yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-Pera), akan difokuskan untuk pengembangan irigasi," jelas Yudi di sela kegiatan reses di Sukabumi, Senin (3/8).

Yudi memaparkan dari Rp8,2 trilun tersebut, program dibagi menjadi beberapa kriteria. Pertama, pengembangan dan pengelolaan irigasi sebesar Rp5,25 triliun. Kriteria kedua adalah pembangunan, rehabilitasi waduk, dan embung sebesar Rp1,36 triliun.

“Sedangkan kriteria ketiga adalah pengendalian banjir sebesar Rp1,22 triliun, yang meliputi pembangunan pengendali banjir sepanjang 15,04 km, rehabilitasi pengendali banjir sepanjang 27,14 km, pembangunan pengamanan pantai sepanjang 6,66 km, pembangunan pengendali sedimen 1 buah, dan rehabilitasi pengendalian sedimen 1 buah,” paparnya.

Kriteria keempat, masih kata Yudi, yaitu pengembangan air baku untuk mendukung penyediaan air bersih sebesar Rp620 miliar.

“Pada kriteria keempat ini melalui pembangunan jaringan air baku 1,38 m3/detik, percepatan penyelesaian pembangunan jaringan air baku Sulawesi Tenggara (Pasigala), Kalimantan Barat (Poton, Penepat), dan rehabilitasi jaringan air baku 0,02 m3/detik,” pungkasnya.

Baca juga Ancaman Kekeringan Meluas, Segera Benahi Sumber Daya Air

Post a Comment

 
Top