GuidePedia

0
Foto: Ketua Majelis Syuro (MS) PKS yang baru saja terpilih,
Salim Segaf Aljurfi (kanan) berdampingan dengan Ketua MS
PKS sebelumnya Hilmi Aminuddin saat melakukan konferensi
pers Suksesi PKS (10/8)
JAKARTA (13/8) – Gaya politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam memilih pimpinan pantas diapresiasi. Tidak seperti partai pada umumnya yang gembar-gembor bahkan bermasalah hingga berlarut-larut.

"PKS yang memilih cara sunyi, tidak gembar-gembor dan publikasi ini menarik. Mereka taat pada aturan yang sudah ada sehingga justru solid, beda dengan partai lain yang sampai berkonflik hingga bisa diintervensi pihak luar," kata Pengamat Politik dari Universitas Padjajaran, Idil Akbar, Rabu (12/8).

Idil yakin, PKS yang memilih cara sunyi bukan karena takut diintervensi tetapi justru karena ketaatan terhadap aturan yang sudah dibuat mereka sendiri. Dan terbukti hampir tidak pernah ada gejolak di internal PKS.

Seperti diketahui, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah menyelenggarakan Musyawarah Majelis Syuro di Hotel Mason Pine, Kabupaten Bandung Barat, Senin (10/8/2015).

Keputusannya menetapkan kepengurusan PKS Periode 2015-2020. Salim Segaf Aljurfi terpilih sebagai Ketua Majelis Syuro menggantikan Hilmi Aminuddin. Salim didampingi oleh Hidayat Nurwahid sebagai Wakil Ketua Majelis Syuro PKS.

Presiden PKS dijabat oleh Sohibul Iman, menggantikan posisi yang sebelumnya diisi oleh Anis Matta. Sedangkan untuk Sekjen PKS tetap dijabat oleh Taufik Ridlo dan Bendahara Umum dijabat Mahfudz Abdurrahman.


Post a Comment

 
Top