GuidePedia

0
PADANG (23/8) – Garuda Keadilan (GK) adalah organisasi yang diramaikan oleh generasi kedua para pegiat partai dakwah, Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Organisasi yang pioner penggeraknya adalah anak-anak kader dakwah, petarung yang tangguh, pemikir yang tepat lagi kreatif.

Tak ingin kalah oleh gerakan-gerakan dakwah para orangtua nya, GK Se-Sumatera kembali hadir meramaikan kancah pergerakan. Upgrading Camp 2015 angkatan pertama yang diadakan oleh GK Wilayah Dakwah (Wilda) Sumatera adalah salah satu kegiatan untuk mendidik dan mencetak anak kader yang militan dan tangguh. Anak kader yang tidak sekedar berlabel anak kader, namun yang juga memiliki keteguhan dan kegigihan dalam memenangkan perjuangan dakwah Islam.

Dikemas dengan berbagai kegiatan inspiratif serta dimonitori oleh instruktur-instruktur langsung dari KORSAD Partai Keadilan Sejahtera, Upgrading Camp 2015 yang diadakan pada tanggal 19-22 Agustus 2015 ini terlaksana dengan baik dan luar biasa. Berbagai motivasi disampaikan, berbagai rintangan dibentangkan, berbagai tantangan dihadapkan. Ini adalah upaya dalam terus menumbuhkan jiwa-jiwa petarung kepada seluruh anak kader di wilayah Sumatera khususnya.

Berbagai pernyataan keluar dari mulut para anak kader ini ketika ditanya soal kesan dan pesan mereka. “Kamilah kader dakwah, penerus dakwah umi dan abi. Di pundak kita, amanah dakwah kita panggul. Jangan berhenti di detik ini, teruslah bergerak memberikan kontribusi terbaik,” ungkap Ahmad Muzakkir, salah satu pegiat Garuda Keadilan.

“Kita banyak diajarkan bagaimana menjadi anak-anak kader dakwah yang sesungguhnya. Yang berkualitas dan tidak sekedar menguap tetapi harus terus mengkristal,” papar Ihsan di lain kesempatan.

Di upacara penutupan Upgrading Camp Garuda Keadilan Sumatera, Ustadz Syaurium selaku koordinator PKS wilayah Sumatera Barat juga menegaskan, bahwa Garuda Keadilan ini adalah Abnaa-ul harokah, dilahirkan dari rahim tarbiyyah untuk negri ini. Dengan tarbiyyah ini GK harus menjadi pelopor di tengah-tengah ummat.


“Keberhasilan untuk menjadi pelopor ini indikasi pertamanya adalah adanya kecintaan. Cinta kepada Islam, kepada Allah, kepada dakwah, kepada harokah. Cinta awal dari segalanya. Tanpa cinta tidak akan terjadi apa-apa. Makin dipelajari makin cinta. Maka bangunlah cinta kepada Allah. Bangunlah cinta kepada dakwah,” papar beliau di dalam taujihnya. 

Sumber: Humas GK Sumatera

Post a Comment

 
Top