GuidePedia

0


PADANG (11/10) - Ada hal cukup menarik saat digelarnya event balap sepeda Tour de Singkarak (TdS) 2015 yang ditutup di Kota Padang, Minggu (11/10). Di saat menunggu para pebalap sepeda sampai di Padang, Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo justru melakukan inspeksi mendadak (Sidak). 

Sidak yang dilakukan Walikota itu yakni kebersihan pedagang yang menggalas di garis finish, Lapau Panjang Cimpago (LPC) Pantai Padang. Sidak yang tak disangka-sangka oleh pedagang itu cukup mengagetkan juga. 

Siang itu, sekitar pukul 12.00 Wib, Walikota bersama ajudan Jelli, Kabag Humas dan Protokol Mursalim, serta Ganda, staf Kesbangpol, menyisiri pedagang yang ada di sepanjang LPC. Walikota mendatangi masing-masing pedagang sambil menanyakan keberadaan tong sampah tiap pedagang.

"Lai ado tong sampahnyo da? Ma nyo? (Apa ada tong sampahnya da? Mana?)," tanya Mahyeldi kepada seorang pedagang sate. 

Pedagang sate pun kemudian menunjukkan tong sampah dari plastik yang tergantung di gerobaknya. "Lai ado Pak Wali," ujar si pedagang. Para pembeli yang sedang asyik makan sate pun tak lupa ikut menawarkan Walikota untuk makan sate bersama. Dengan halus Walikota menolak tawaran tersebut untuk kemudian beranjak ke tempat pedagang lain. 

Di tempat pedagang minuman, Walikota kembali menanyakan tong sampah pedagang tersebut. Sebab Walikota melihat begitu banyak sampah bekas minuman yang berserakan. Ditanya begitu, pedagang minuman hanya diam. Walikota kemudian menyuruh si pedagang untuk memungut sampah yang berserakkan di dekat gerobaknya. Dengan penuh kesadaran, pedagang tersebut memilih sampah untuk kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik. 

Walikota kemudian berjalan menuju arah selatan Pantai Padang. Setiba di depan rumah makan 'Pondok Ikan Bakar', Walikota berhenti sejenak setelah melihat sampah dan lubang pembuangan air menuju got yang tertutup batu. Tanpa ragu, Mahyeldi kemudian menuju ke dalam rumah makan tersebut untuk mengambil sapu lidi. Walikota menyapu sampah yang ada di depan rumah makan sambil memanggil pekerja rumah makan itu untuk membantunya. Batu yang menyumbat saluran pembuangan juga diangkat dan dialihkan. 

Beranjak ke sebelah rumah makan itu, Walikota kembali mendapati daun pohon kering yang berserakkan di jalan dan depan rumah seorang warga Purus. Mahyeldi lantas mengimbau pemilik rumah untuk segera membersihkan daun pohon kering tersebut. 

"Tapi awak baralek gadang, tolong barasiahan buk, jan sampai sampah baserak, malu awak," kata Walikota kepada pemilik rumah. 

Walikota tak segan-segan menyapu dan memungut sampah yang berserak di jalan. Begitu juga Kabag Humas dan Protokol Mursalim serta Ganda. Hal ini merupakan bentuk kesadaran dan tekad untuk menjaga kebersihan di Kota Padang. 

Usai menyidak kebersihan seluruh pedagang dan warga, Walikota dan rombongan menunaikan Shalat Dzuhur berjamaah di Masjid Purus itu. Usai shalat, Walikota memberikan imbauan kepada warga sekitar melalui pengeras masjid. Pengumuman yang disampaikan kepada masyarakat sekitar yakni menjaga kebersihan dan memungut sampah berserakan.

Sumber: Humas dan Protokol Kota Padang


Post a Comment

 
Top