GuidePedia

0
BOGOR (29/10) - Tarbiyah Anak Kader (TAK) merupakan sebuah aktivitas tarbiyah yang dilakukan untuk anak-anak. Tarbiyah yang berarti pendidikan bukanlah berarti kegiatan pendidikan yang dilakukan sebagaimana terjadi seperti di sekolah-sekolah. Namun kegiatan TAK adalah kegiatanpengajian yang dilakukan 5 hingga 12 orang dengan duduk secara melingkar.
Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kecamatan Cibinong, Suprapto mengatakan aktivitas TAK melalui pertemuan rutin pekanan (liqo TAK) anak-anak. Bukan saja belajar mengaji qur’an dan kajian pemahaman keislaman, namun anak-anak kader juga diajari berbagai kreasi hingga merencanakan sebuah aksi peduli untuk berkhidmat kepada masyarakat.
“Peran Murobbi dalam mendidik anak-anak untuk sebuah tujuan berkhidmat kepada masyarakat sungguh luar biasa,” pungkas Suprapto.
Aktivitas TAK yang berlangsung di Cibinong telah menunjukkan sebuah kemandirian anak-anak dalam berkreasi. Hal ini bisa dilihat dari aktivitas mereka untuk dapat tampil di hadapan khalayak. Berbagai aksi sudah mereka perlihatkan dalam berbagai acara, mulai dari Apel Siaga Kader Cibinong, Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKS Cibinong, Musyawarah Ranting (Musran) DPRa serentak se-Kecamatan Cibinong, Pesantren Kilat (SANLAT) Anak Kader DPC PKS Cibinong, Halal Bi Halal kader dan simpatisan se-Cibinong, hingga beraneka acara kemasyarakatan.
Penampilan aksi TAK bukan saja membuat khalayak terhibur namun lebih dari itu yaitu sebuah kebanggaan orang tua dan khalayak atas aksi-aksi yang TAK lakukan. Terakhir, aktivitas yang juga cukup menggugah khalayak yaitu saat aksi anak-anak TAK ditampilkan pada Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD PKS Kabupaten Bogor pada 25 Oktober 2015 silam.
Suprapto melanjutkan, kegiatan Musda yang terdiri dari beragam aktivitas berkhidmat kepada masyarakat membuat para murobbi dan murobbiyah anak kader sangat antusias untuk ikut serta dan menawarkan anak didiknya untuk tampil pada Musda.
Kegiatan Musda yang padat tidak bisa menampilkan keseluruhan anak-anak TAK, akhirnya dipilihlah tiga utusan untuk tampil saat di MUSDA,” lanjut Suprapto menjelaskan.
Aksi anak-anak TAK saat Musda yaitu penampilan lantunan tasmi’ Al-Qur’an yang begitu fasih dan khusyu dari Imad Aqil Hamdani, siswa kelas 9 Pesantren Madinatul Qur'an. Selanjutnya terdapat penampilan deklamasi puisi dari Yasmina Luthfi, siswa kelas 9 SMPN Cibinong. Berikut penggalan puisi yang disampaikan Yasmina Luthfi.
percayalah...
akan kuwujudkan harapanmu suatu hari nanti
Dalam puisi yang dideklamasikan oleh Yasmina Luthfi tersebut memberikan sebuah motivasi buat para kader dan memberikan harapan kedepan untuk PKS dari para anak kader.
Penampilan terakhir anak-anak saat Musda yaitu penampilan kelompok TAK DPRa Kelurahan Sukahati berupa tarian Yamko Rambe Yamko. Dalam tarian tersebut anak-anak begitu ceria dan menghibur khalayak.
Selain penampilan anak-anak TAK, aktivitas kegiatan mereka bisa dilihat saat menguasai arena perlombaan anak saat MUSDA. Dari perlombaan panahan tingkat SD dan SMP-SMA yang diadakan, anak-anak TAK asuhan Seksi Perempuan (Sekpuan) PKS Kecamatan Cibinong merebut 5 dari 6 juara lomba tersebut. Kebanggaan bagi Sekpuan serta murobbi dan murobbiyah TAK dalam aksi anak-anak TAK yang mereka lakukan saat Musda.
Selain penampilan dan perlombaan terdapat pula aktivitas anak-anak TAK menjadi relawan kemanusiaan Gerakan Nasional Tanggap Asap (#GentaPKS). Sebutlah, salah seorang anak bernama Mustafa yang ikut andil mencari dana sebagai relawan saat pelaksanaan Musda berlangsung. Mustafa begitu bersemangat mencari dana infaq untuk membantu masyarakat yang terkena bencana di Sumatera dan Kalimantan.
Terkait dengan hal tersebut di atas, Sekpuan DPC PKS Cibinong, Nunung Pujiyati mengatakan Kegiatan TAK yang saat ini berjumlah 19 kelompok TAK memang telah disiapkan dan diperuntukkan bagi anak-anak untuk melanjutkan estafet dakwah yang semakin berat dan penuh tantangan.
“Semoga aktivitas TAK ini semakin maju dan petunjuk serta keberkahan dari Allah menyertai kita semua,” harapnya.

TAK yang bukan sekedar aktivitas mengaji ini telah menjadi sebuah andalan untuk mempersiapkan generasi penerus dakwah ini juga aktivitas berkhidmat untuk rakyat bisa dirasakan masyarakat. Bangkitlah Negeriku, Harapan itu Selalu Ada. Wallahu A’lam.

Post a Comment

 
Top