GuidePedia

0
Gak usah urusin hati orang! Urus aja hati lo sendiri! Titik.

Emang lo bisa liat kedalaman hati gw? Lo bisa tahu kondisi hati gw? Lo bisa tahu gw lagi galau atau enggak?

Coba lo jawab! Gimana cara biar tahu. Bahwa hati gw lagi kotor atau bersih, sakit atau senang. 

Bahkan hati yang mati, gimana cara untuk tahunya?

Nih bro, catet ya bukan kata gw? Biar lo bisa objektif.

Antara tanda matinya hati ialah:

"Tidak bersedih atas ketaatan yang terlewatkan dan tidak menyesal atas perbuatan dosa yang dilakukan. (Hikam:48)"

Jadi gak usah nunggu kita dikubur. Kalo tanda-tanda di atas ada ama kita. Yaaa..kita udah jadi mayat-mayat hidup. Adanya sama dengan tiadanya.

Alhamdulillah pagi ini kita bisa irup udara lagi. Bisa ketemu ama orang-orang nyang kita sayangi.
Berterima kasih pada Tuhan.Bersyukur pada Allah, Alhamdulillah. Berulang kali Allah beri cobaan. Dan, berulang pula Allah berikan solusi.

Ingat!

Allah sama sekali tak pernah mengambil apapun dari kita. Sebab, memang semuanya milik Allah. Kita hanya diberikan hak pakai. Bukan hak milik.

Jadi . . .

Kerugian terbesar bukan pada hilangnya harta. Wafatnya keluarga kita. Harta jika masih rezeki kita pasti akan kembali. Sementara perpisahan kita hanya di dunia saja. Kembali jika kita masih diberikan rezeki. Kita masih bisa jumpa dan berkumpul di surga, seperti kita dikumpulkan di dunia.

Kerugian terbesar adalah saat kita masih hidup. Namun hati kita sudah mati sejak lama. Anehnya kita tak merasa sebagai sebuah kehilangan yang sangat mengkhawatirkan, biasa saja.

Ya Robb. . .

Ampuni hamba


Sahabatmu,
Bang Joy


#NTMS

Ilustrasi: andrianda @PKSArt

Post a Comment

 
Top