GuidePedia

0

Keterangan Foto: Suasana Bazar di Mukernas ke-4 PKS

DEPOK (3/11) – Berbusana muslimah seringkali dikonotasikan dengan gaya pakaian perempuan Islam yang kuno dan jauh dari perkembangan zaman. Karena kerap tercitrakan demikian, muslimah yang bersemangat berpakaian Islami justru seringkali malah terjebak pada gaya pakaian 'menutup aurat' tapi glamor, mahal, bahkan tidak syari.

Menurut pelaku bisnis busana muslim brand Keke, Hartati Desi Yanti, muslimah memang sudah seharusnya berpakaian menutup aurat sesuai kewajiban yang disyariatkan Islam. Namun Desi menegaskan, berpakaian Islami tapi trendi tidak harus bersifat glamor dan menguras banyak uang dengan tetap memperhatikan unsur syariah.

“Siapapun sebenarnya, bisa bergaya trendi namun tetap syar’i," ujar Desi dalam talkshow bertema 'Yang Muda, Yang Bergaya: Hijab Style dan Perawatan Wajah' di arena Mukernas ke-4 PKS, di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat, Rabu (4/11/2015).

Desi mengatakan, busana perempuan sudah seharusnya menutup aurat. “Namun, pemilihan warna dapat bersifat trendi, cerah, dan coraknya yang floral”, tutur Desi.

Perwakilan dari Kosmetik Wardah Echa Novita pun menjelaskan tips untuk tetap terlihat cantik namun tetap natural. “Yaitu gunakan warna putih, krem, dipadukan dengan warna coklat. Untuk eye shadow dan blush on, usahakan jangan memakai warna-warna yang ngejreng,” tutur Echa.

Acara tutorial Hijab ini adalah bagian dari menyemarakkan acara Mukernas ke-4 PKS. Selain talkshow kemuslimahan ini, Mukernas juga dimeriahkan oleh talkshow “Let Your Hands Making Money” yang diisi dari Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia (JPMI) Rendy Saputra.

Post a Comment

 
Top