GuidePedia

1
Lombok Barat (6/2) -- Berapa lama menjadi kader partai? Jika pertanyaan itu yang diajukan, mungkin banyak yang dapat menjawab; sejak partai berdiri, sejak umi-abi mengajak kampanye, sejak kuliah dan lain-lain.

Jika pertanyaan diubah, pernahkah anda menjadi Ketua Dewan Pengurus Ranting (DPRa)? dan berapa lama? Mungkin anda perlu dengar cerita tentang sosok Abdul Ghofur dari Desa Rumak, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sabtu pagi (6/2), Presiden Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman menggowes sepeda di jalan lingkar luar Kota Mataram, NTB. Selain olahraga bersama kader-kader yang hobi bersepeda, ada satu tujuan lain Sohibul Iman pagi itu. Ia mendengar dari pimpinan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) bahwa ada seorang kader yang kini tergolek lemah di pembaringan rumahnya. Pak Abdul Ghofur (60 tahun) namanya..

Setelah perjalanan sekitar tujuh kilometer dari Kantor DPW PKS NTB di Jalan Lingkar Selatan, tibalah Presiden PKS, Ketua Wilda Bali-Nusa Tenggara Sugeng Susilo, Ketua DPW PKS NTB Abdul Hadi dan jajaran pengurus DPW, DSW dan MPW, di rumah Pak Abdul Ghofur. “Assalaamu’alaikum..” sapa Sohibul Iman saat masuk ke kamar berukuran 2x2 meter dan mendapati Pak Abdul Ghofur tengah duduk bersila menanti kehadiran orang nomor satu di DPP PKS tersebut.

Tangis Pak Abdul Ghofur pun pecah, seraya memeluk pemimpin yang mungkin tidak setahun sekali mampir di rumahnya yang sederhana itu. Presiden PKS Sohibul Iman mendoakan kader yang usianya jauh lebih tua darinya dengan tetap tidak melepaskan pelukannya.

Isak Pak Abdul Ghofur tidak terdengar sebagai rintihan atas sakit yang dideritanya. Tangisan tersebut lebih terlihat sebagai tangis bahagia seorang kader yang juga Ketua DPRa Desa Rumak, Lombok Barat itu. Selang beberapa saat setelah Sohibul Iman menanyakan kondisinya, ia mulai bisa tersenyum, bahkan tertawa. Ketua DPW PKS NTB Abdul Hadi dan segenap pengurus ikut menghiburnya.

Apa yang istimewa dari Pak Abdul Ghofur ini? Sehari-hari ia hanyalah seorang penjual kopiah atau kupluk haji. Ketua DPW PKS NTB Abdul Hadi, mengabarkan keistimewan kader satu ini. Pak Abdul Ghafur adalah Ketua DPRa Desa Rumak, sejak partai ini berdiri, bahkan sejak PKS masih bernama Partai Keadilan!

Kini hampir 18 tahun penuh Pak Abdul Ghafur memegang amanah sebagai Ketua DPRa. Sementara kader-kader lainnya melakukan mobilitas vertikal maupun horizontal, ia tetap setia di rumahnya yang di halamannya masih terpampang plang Kantor DPRa Desa Rumak.

Hati dan pikiran seperti apa yang membuat ia setia pada dakwah ini, pada posisi yang sama, sebagai pengayom kader di struktur resmi terbawah partai dakwah ini selama 18 tahun? Hanya Allah SWT yang mampu membalas kesetiaan dan kebajikan Pak Abdul Ghofur.

Post a Comment

 
Top