GuidePedia

0

Semarang (31/5) – Jalur di wilayah selatan provinsi Jawa Tengah siap menghadapi agenda mudik Lebaran tahun 2017.
“Dari hasil kunjungan kerja komisi D, kami menyimpulkan bahwa jalur selatan, tepatnya ruas Cilacap-Wangon-Ajibarang-Purwokerto sepanjang 58,4 kilometer ini siap menghadapi mudik 2017,” kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso di Kota Semarang, Rabu (31/5/2017).
Memang, kata Hadi, saat ini masih ada beberapa titik longsor di beberapa ruas jalan di kawasan tersebut. Meski ada titik longsor, menurut Hadi hal tersebut akan diselesaikan maksimal H-15 Lebaran.
“Saat ini Masih ada 6 titik longsoran di pinggir jalan, namun sedang di bronjong aan ada yang diborpile karena ada geseran, untuk lebar jalan rata-rata 15 meter, namun dipasang Marka 8 meter. Overlay dua lapis insya alloh selesai H-15 lebaran, hati-hati jalan halus tapi minim lampu penerangan,” jelas legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Selain meninjau persiapan mudik Lebaran di wilayah selatan Jateng, Hadi memastikan jalur alternatif menuju ke wilayah selatan Jateng dari Pantura dalam kondisi siap untuk digunakan alternatif mudik jika jalur tol di Kabupaten Batang mengalami kemacetan.
“Dibukanya ruas tol hingga Batang, titik simpul kemacetan pada mudik Lebaran 2017 di jalur Pantura barat, Jateng, diprediksi bergeser dari exit tol Brebes timur (Brexit) ke wilayah Pantura Tegal dan Pantura Pekalongan hingga wilayah Batang, karena itulah ruas Banyuputih-Plantungan di Batang menjadi salah satu alternatif menuju wilayah selatan Jateng untuk bisa mengurai kemacetan lalu lintas di sepanjang pantura,” ungkapnya lagi.
Saat ini, menurut Hadi, masih dilakukan peningkatan ruas jalan alternatif tersebut yang menghubungkan selatan dan Pantura Jateng. “Saya berharap peningkatan ruas jalan tersebut diharapkan akan dapat mengurai kemacetan pada puncak arus mudik tahun ini. Karena itulah kesiapan infrastruktur harus ditingkatkan agar pemudik lebih aman dan nyaman,” tukasnya.
Jalan yang kini berstatus jalan provinsi itu memang sudah saatnya ditingkatkan mengingat fungsinya sebagai jalur alternatif penghubung antara jalur pantura dengan tengah dan selatan Jawa Tengah. “Jalur ini cukup penting sebagai penghubung dengan jalur tengah dan selatan, maka minimal pada H-10 Lebaran harus sudah selesai dan digunakan pemudik,” pungkasnya.

Post a Comment

 
Top