GuidePedia

0



(disarikan dari tausiah singkat ustadzah Amirotun Nafisah, menjelang rapat ) 

Ada beberapa alasan yang membuat sebagian asatidz memperkirakan dan berharap nanti malam, adalah malam lailatul Qadar 

1. Nanti malam adalah malam ke 21, malam ganjil sebagaimana disampaikan dalam hadits, ia akan datang di malam2 ganjil sepuluh hari terakhir Ramadhan 

2. Malam jum'at, dimana hari jum'at adalah semulia mulia dan sebaik baik hari 

3. Malam jum'at berikutnya di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan tahun ini, tidak bertepatan dengan tanggal ganjil, sehingga sangat mungkin malam qadar terjadi nanti malam. wallahu a'lam, dan tentu tetap berpeluang terjadi pada malam malam ganjil berikutnya. Yang jelas, semua malam di sepuluh hari terakhir ini harus kita optimalkan untuk ibadah. Bermujahadah, bersungguh sungguh, berjuang tak kenal lelah, untuk menggapai Lailatul Qadar. 

Dalam kitab Tafsir Al Munir Karya DR Wahbah Zuhaily, dikisahkan bahwa ada seorang lelaki dari kalangan Bani israil, yang setiap malam melakukan Qiyamulail sampai pagi, dan di siang hari berjihad sampai sore dilakukan setiap hari selama seribu bulan / 83 tahun ( (yaquumu lail hatta yusbih wa yujaahidu fii sabilillah hatta yumsi). Tahukah kita, Allah mengabarkan bahwa malam qadar ( lailatul qadar) nilainya lebih baik dari amal yang dilakukan oleh lelaki tersebut . 

Secara bahasa, qadar bermakna adzomah (keagungan), syarof (kemuliaan) dan qadr (ketentuan ). Dimana letak mulia , keagungan dan sangat berharganya? Antara lain karena malam qadar adalah malam dimana bisa terjadi revisi ulang takdir seseorang untuk satu tahun kedepan. Bukankah ada hadist yang menyebutkan bahwa semua taqdir tidak dapat diubah, kecuali dengan doa doa yang kita panjatkan. Ya, malam qadar sangat istimewa, taqdir seseorang bisa diubah dengan doa2 yang dipanjatkan. 


قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ
إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ (الترمذي)

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi 2065)

Pada ayat berikutnya,
Secara balaghoh / seni bahasa, Allah menggunakan kalimat tanya " wamaa adraka maa lailatul Qadr"
ini menunjukkan betapa malam qadar adalah sesuatu yang penting. Dalam komunikasi kesehariaan, untuk menyampaikan berita yang penting biasanya dengan terlebih dahulu dibisiki pakai kalimat tanya. Misalnya seseorang berkata " Eh tahu nggak, si fulan ternyata sudah lulus doktor loh". Ini. berbeda secara rasa bahasa, jika kita hanya menyampaikan dengan kalimat datar "Si fulan sudah lulus doktor"

Jadi kalimat pertanyaan ini, untuk menunjukkan betapa pentingnya kabar yang disampaikan. 

Karena Allah maha tahu, bahwa secara psikologis manusia merasakan ada kesan khusyu dan special, karena Allah sendiri yang mengajak kita langsung bicara dan memberitahukan. Agar manusia mengetahui, kedahsyatan tentang berita yang Alllah kabarkan. 
Dalam hal ini, kira kira mirip dengan bahasa yang Allah gunakan pada surat Al fiil. (tentang serangan tentara gajah) . 

Pelajaran lain, pada ayat Inna anzalnahu (digunakan kalimat "hu" bukan langsung memakai kalimat al Qur'an, hal ini karena Al Qur' an dianggap sudah sangat familiar dikalangan muslim. Jadi sudah seharusnya, seorang muslim selalu akrab dengan AlQur'an. 

Pada malam Qadar, (Tanazalu malaikah warruhu fiiha ) 
Malaikat turun bahkan menaungi seluruh kaum mukminin . 

Untuk apa malaikat turun? Subhanallah, ternyata para malaikat turun ke bumi, untuk melihat aneka macam ketaatan yang dilakukan oleh penduduk bumi, dimana amal2 tersebut tidak dilakukan oleh penduduk langit / malaikat, karena amal malaikat hanyalah bertasbih. Mereka tidak diperintahkan sholat, infaq, shaum, haji dan sebagainya. 

Selain itu, malaikat juga turun untuk mendengar rintihan /tangisan para pelaku maksiat yang bertaubat, dimana tangisan tersebut lebih dicintai Allah dari pada tasbih para malaikat. 

"Wahai para malaikat , mari kita dengar suara ini yang lebih dicintai oleh Rabb kita daripada tasbih kita. "kurang lebih inilah ungkapan salah satu dari malaikat2 Allah. 

Dalam tafsir Ibnu katsir disebutkan, bahwa jumlah malaikat, lebih banyak dari jumlah pasir di bumi, dan di malam Qadar mereka turun.
Inilah penjelasan mengapa diantara salah satu tanda lailatul qadar, pada pagi harinya matahari tidak terlalu menyengat dan tidak terlalu dingin, karena adanya bekas malaikat2 yang naik ke langit. 

Rasulullah saw menganjurkan kaum mukminin untuk memperbanyak 2 hal yang menyebabkan Allah meridhoi kita, yakni Syahadat dan istighfar dan 2 hal yang dengannya kita tercukupkan segalanya, yakni minta syurga dan terhindar dari api neraka. 

Maka marilah kita perbanyak membaca doa :" 


اشهد ان لا اله الا االه اشتغفر الله

اسالك الجنة و اعؤ ذ بك من النار

اَللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha pemaaf, engkau senang memaafkan kesalahan maka maafkanlah aku.”

Allohumma innaka affuwun tuhibul afwa fa”fu anna 

Selamat berburu Lailaatul Qadar. 

Antara Jakarta - Nambo
@ Sri Kusnaeni 


20 Ramadhan 1438 H.


foto: asyraf azhar

Post a Comment

 
Top