GuidePedia

0


Bagi orang orang yang bertaqwa, Allah sediakan rizqi dari arah yang tidak disangka sangka.
Itulah janji Allah yang dijelaskan di dalam surat At Thalaq ayat 3.

Masalah rizqi adalah sesuatu yang ghaib,  tak ada seorangpun yang tahu,  berapa persisnya rizqi dia di suatu hari, bulan ataupun tahun. Meski dia seorang pegawai dengan gaji tetap, 10 juta perbulan misalnya, tidak berarti gaji dia adalah benar benar 10 juta di tiap bulannya.
Bagi Allah adalah hal yang mudah untuk menambahkan rizqi bagi siapa yang Dia kehendaki,  dan mengurangi rizqi bagi siapa yang Dia kehendaki.

Tak pernah rizqi seseorang tertukar dengan rizqi orang lain, dan tak ada sesuatu yang menjadi rizqi seseorang, kecuali pasti akan sampai kepadanya, pada waktu yang tepat,  dengan jumlah yang seperti ditakdirkan Allah swt,  dengan jalan sesuai skenario Allah swt,  hanya saja kita tidak pernah tahu.

Bagi seorang mukmin, keyakinannya bahwa Allah adalah Ar Razzaq,  Dzat yang maha memberi rizqi, membuatnya akan senantiasa hanya berharap kepada Allah swt, melepaskan semua ketergantungan pada makhluk, dan membuatnya selalu yakin untuk selalu berdoa dan berusaha.

Seekor burung terbang di pagi hari dalam keadaan perut kosong, kemudian akan pulang dalam keadaan perut kenyang, apatah lagi seorang manusia dengan segala kelengkapan fisiknya, tak pantas untuk "kalah"  dari seekor burung.

Rizqi dan takarannya adalah urusan dan hak Allah untuk mengaturnya, doa dan ikhtiar adalah kewajiban manusia untuk melakukannya.
Bahwa dalam sunah kauniyah ada sebab akibat, itu hal lain yang harus kita ingat.

Saya jadi teringat dengan ungkapan bijak dari seorang ulama "
jika engkau telah berusaha dan berikhtiar dengan nilai seratus,  kemudian engkau hanya mendapatkan rizqi lima puluh, maka yakinlah bahwa Allah memberikan rizqi yang lima puluhnya dalam bentuk yang lain, misalnya kesehatan, anak anak yang sholih, pasangan hidup ( suami/istri  yang menyenangkan, tetangga yang baik, dan sebagainya. "

Indahnya hidup dalam keyakinan, adalah kenikmatan lain yang harus selalu kita syukuri.

Ibunda Hajar dan Ismail as putranya, menjadi bukti nyata akan benarnya janji Allah swt, Ar Razzaq, memberikan rizqi dari arah yang tak pernah disangka. Saat kelelalahan dari lari bolak balik shafa marwa telah dilakukan, Allah hadirkan sumber mata air zama zam di dekat jejakan kaki ismail as yang masih bayi.

Subhanallah  walhamdulillah .

Bukit Cimanggu City
17 Ramadhan 1438 H


@ Sri Kusnaeni

Post a Comment

 
Top