GuidePedia

0



Abu Thalhah ra, berkata, “Aku termasuk orang yang terserang rasa kantuk pada perang Uhud, hingga pedangku selalu terjatuh dari tanganku, lalu aku mengambilnya, setelah itu terjatuh lagi, akupun mengambilnya (hingga berulang kali).”

Hari hari Ramadhan , lazim dilakukan oleh sebagian besar mukminin , untuk menekuni diri dalam berinteraksi dengan al Qur'an.  Bertadarus , membaca, menghafal atau mentadaburinya.
Masjid,  mushola, atau rumah rumah kaum mukminin ramai dengan lantunan ayat ayat suci,  bahkan camp camp pelatihan tahfidz pun banyak diselenggarakan,  dalam upaya mengoptimalkan waktu di bulan Ramadhan,  bulan di turunkannya al Qur'an.

Satu hal yang seringkali menjadi kendala dalam upaya membaca alqur'an secara sinambung, adalah hadirnya rasa kantuk,  juga tenggorokan yang terasa kering.

Jika Abu Thalhah di perang Uhud seringkali akan terjatuh pedangnya,  sebagian kita pasti mengalami,  seringkali akan terjatuh mushaf al Qur'annya karena rasa kantuk yang menyerang.
Di beberapa kesempatan,  pun kita dapati " tubuh" yang seakan terjatuh dalam sholat tarawehnya, oleh serangan yang bernama kantuk.

 " Kemudian setelah kamu berduka cita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah, mereka berkata: "Adakah sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini? katakanlah (Muhammad), "sesungguhnya segala urusan itu di tangan Allah". mereka menyembunyikan dalam hatinya apa yang tidak mereka terangkan kepadamu. Mereka berkata, "sekiranya ada sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) disini" katakanlah (Muhammad) "meskipun kamu ada dirumahmu, niscaya orang orang yang telah ditetapkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh. Ällah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu, dan Allah Maha Mengetahui isi hati" ( QS 3:154).

Ar' razi, Ibnu Katsir serta para mufassir lainnya , ketika menafsirkan ayat 154 surat Ali ‘Imron banyak yang mengutip pendapat Abdullah bin Mas’ud, bahwa rasa kantuk saat shalat berasal dari syetan.

وَعَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ: النُّعَاسُ فِي الْقِتَالِ أَمَنَةٌ، وَالنُّعَاسُ فِي الصَّلَاةِ مِنَ الشَّيْطَانِ، وَذَلِكَ لِأَنَّهُ فِي الْقِتَالِ لَا يَكُونُ إِلَّا مِنْ غَايَةِ الْوُثُوقِ بِاللَّهِ وَالْفَرَاغِ عَنِ الدُّنْيَا، وَلَا يَكُونُ فِي الصَّلَاةِ إِلَّا مِنْ غَايَةِ الْبُعْدِ عَنِ اللَّهِ

Artinya: dari Ibnu Mas’ud: “Mengantuk ketika dalam kondisi perang dapat menjadikan rasa aman (bagi tentara yang berperang), sedangkan rasa kantuk dalam shalat adalah dari syetan.

Ramadhan perlahan sudah memasuki hari ke 18, artinya tinggal 11 atau 12 hari lagi ,  kita masih bisa berjumpa hari hari ramadhan 1438 H,  dengan izin Allah.  Jika seorang mendengar dari dokter yang merawatnya,  bahwa berdasarkan perhitungan medis usianya tinggal 12 hari, tentu segala kebaikan ingin selalu dilakukan dan tak pernah beranjak sedikitpun kecuali melakukan kebaikan.

Adakah sisa 11 / 12 hari di bulan Ramadhan ini akan kita sia siakan?

" Wahai jiwa! Tidur ada di hadapanmu! Kalau engkau telah wafat maka benar-benar panjang tidurmu di kubur dengan kerugian atau kegembiraan!”

Inilah ungkapan Muadzah Al Adawiyah,  seorang perempuan ahli ibadah yang bidup sezaman dengan Rabiah al Adawiyah. Beliau akan mengusir kantuknya saat tilawah alQur'an,  dengan cara bangkit dari tempat duduknya dan membaca ala Qur'an sambil berjalan berkeliling untuk mengusir kantuknya.

Tips yang mungkin bisa kita contoh, selain dengan memperbanyak wudhu.

Mari optimalkan Ramadhan kita.

Bukit Cimanggu City
@ Sri Kusnaeni



18 Ramadhan 1438 H

Post a Comment

 
Top