GuidePedia

0

Semarang (16/6) - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah meluncurkan program Jateng Beriktikaf untuk Negeri pada Kamis (15/6/2017) di Kota Semarang. Jateng Beriktikaf tersebut dimulai pada Kamis (15/6/2017) atau hari ke 20 Ramadhan hingga 10 hari mendatang atau pada Sabtu (24/6/2017) atau hari ke 29 Ramadhan.
Ketua DPW PKS Jateng Kamal Fauzi mengungkapkan bahwa Jateng Beriktikaf dilaksanakan serentak di 274 masjid seluruh Jateng.
“Iktikaf dapat menjadi momen yang sangat berharga untuk bangsa ini, ketika umat muslim berbondong-bondong berangkat ke masjid untuk melakukannya. Melalui gerakan bersama ini, maka berkumpullah energi kebaikan yang dapat disalurkan untuk kebaikan bangsa,” kata Kamal, Kamis (15/6/2017).
Pengasuh Pondok Pesantren Ma’ahid di Kabupaten Kudus ini menyebut beberapa program untuk menyukseskan i’tikaf sudah dirancang struktur PKS, baik di tingkat Dewan Pengurus Cabang (DPC) hingga Dewan Pengurus Daerah (DPD) se-Jateng sebagai pelaksana Jateng Beriktikaf.
“Berbagai program tersebut diantaranya wajib bagi para kader untuk mengkhatamkan Alquran tiga kali selama Ramadhan, kemudian untuk menyukseskan khataman tersebut. Di tingkat DPC atau DPD digelar malam bina iman dan takwa (mabit), terutama di masa-masa iktikaf 10 hari terakhir ini,” paparnya.
Dalam iktikaf yang digelar di Jateng, meniru iktikaf yang dilaksanakan oleh Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad mengkhususkan diri untuk iktikaf. Iktikaf, berdasarkan makna bahasa adalah tinggal di suatu tempat untuk melakukan suatu kebaikan.
“Pada saat iktikaf ini, kegiatannya berupa sholat tahajud, membaca kitab suci, hingga bertafakkur (berpikir). Ini adalah sunnah (kebiasaan) yang dilakukan oleh Nabi Muhammad yang tidak pernah ditinggalkan. Kemudian para sahabatnya mengikutinya, juga keluarganya, termasuk istrinya,” ujarnya lagi.
Selain melaksanakan berbagai kegiatan tersebut, Kamal mengatakan bahwa momen iktikaf adalah menjadi sarana untuk pencarian Lailatul Qadar.
“Oleh karenanya, hendaknya ummat Islam berkumpul dalam rumah-rumah Allah (masjid) untuk menyampaikan harapan-harapannya, untuk dirinya sendiri juga untuk bangsa ini. Karena kehidupan pribadi juga akan dipengaruhi kehidupan berbangsa dan bernegara,” tandasnya lagi.
Dengan berbagai keutamaan tersebut, imbuh Kamal, dirinya mengimbau kepada seluruh umat Islam di Jateng untuk melaksanakan iktikaf pada momen 10 hari terakhir di bulan Ramadhan ini.
“Selain di sini, kami harapkan dengan peluncuran program Jateng beriktikaf ini, seluruh kader dan simpatisan PKS di mana pun berada di Jateng, untuk mengikuti dengan sebaik-baiknya kegiatan iktikaf di masjid terdekat, tentunya dengan semangat meraih keutamaan-keutamaan tersebut,” ujarnya.
Dia juga berharap seluruh kader dan simpatisan untuk mengajak keluarga untuk menghidupkan kebiasaan iktikaf ini, di masjid-masijd terdekat penyelenggara iktikaf. Inilah salah satu cara untuk mewariskan budaya yang baik bagi generasi penerus bangsa.
“Kita hadirkan hati-hati kita untuk menundukkan diri kita di hadapan Sang Maha Pencipta. Kita akui kesalahan-kesalahan kita dan meminta ampunanNya. Semoga dengan gerakan bersama beriktikaf takdir baik akan dianugerahkan kepada bangsa Indonesia, bangsa berkah, dihindarkan dari segala bentuk teror, dipersatukan bangsanya. Kami berharap semoga keberkahan Ramadhan ini dilimpahkan untuk bangsa Indonesia,” pungkasnya.
Dalam peluncuran Jateng beriktikaf tersebut, juga dirangkaikan program PKS cinta anak Yatim, dimana merupakan program sosial berupa santunan untuk anak yatim di seluruh Jateng.
Dalam peluncuran Jateng Beriktikaf tersebut ada Wakil Ketua DPRD Ahmadi, Sekretaris Umum DPW PKS Jateng Ikhsan Mustofa, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso, Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Agus Riyanto Slamet dan sejumlah tokoh agama serta tokoh masyarakat di Kota Semarang.

Post a Comment

 
Top