GuidePedia

0


Pontianak (23/7) -- Ketua Wilayah Dakwah (Wilda) Kalimantan DPP PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi mengingatkan agar bulan syawal dijadikan momentum untuk peningkatan kerja dakwah. Penurunan semangat pasca Ramadhan adalah hal yang seharusnya dihindari.
Hal itu diungkapkan Habib Aboe Bakar Alhabsyi dalam Halalbihalal kader dan Pengurus DPW PKS Kalimantan Barat (Kalbar) di Hotel Kapuas Palace Pontianak, Ahad (23/7/2017).
Aboe menegaskan, bulan Syawal justru pernah menjadi bulan perjuangan yang amat menentukan bagi kaum Muslimin. Itu terjadi pada tahun 5 H. Bulan Syawal kali itu merupakan bulan yang mendebarkan. Kaum Muslimin dikeroyok oleh pasukan multinasional yang merupakan gabungan dari Quraisy, Ghatafan, dan lain-lain.
Karena itulah perang ini dikenal sebagai perang ahzab (gabungan/sekutu), disamping juga terkenal dengan sebutan perang khandaq yang berarti parit, karena kaum Muslimin menggunakan strategi membuat parit di sekeliling Madinah. "Dengan semangat yang kuat dan memohon pertolongan Allah, akhirnya parit bisa digali dengan semangat persatuan," ujar dia.
Kisah tersebut merupakan contoh betapa bulan Syawal tidak sepantasnya membuat ibadah dan kualitas seorang Muslim menurun. Justru seharusnya, sesuai dengan makna Syawal, maka umat harus mengalami peningkatan dengan berupaya istiqamah serta meningkatkan kualitas ibadah dan diri.
Oleh karenanya, papar Aboe, dalam konteks kekinian, semangat Syawal harus mampu memberikan spirit baru dalam ibadah ibadah sosial kita. "Secara khusus kepada kader PKS semangat Syawal harus mampu memberikan semangat baru di jalan dakwah ini," ujar dia.

Post a Comment

 
Top