GuidePedia

0

Jakarta (18/7) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman menilai korupsi proyek KTP elektronik (KTP-el) adalah tindak gigakorupsi.
Pernyataan itu ia tuangkan dalam cuitan di akun Twitter resminya @msi_sohibuliman, Senin (17/7/2017).
Sohibul Iman menyebut tindak korupsi KTP-el sebagai gigakorupsi karena mengakibatkan kerugian negara hingga triliunan rupiah. Selain itu skandal korupsi proyek KTP-el berekses langsung kepada rakyat yang kesulitan mendapatkan blanko KTP-el.
"Dua anak saya sudah lebih dari setahun difoto untuk e-KTP tapi belum juga beres. Alasan kelurahan: blanko habis. Mereka gemes ketika tahu korupsi e-KTP Rp 2.3T," kata Sohibul Iman.
"Anak-anak saya gemes dengan korupsi e-KTP karena mereka tahu bahwa banyak sekali temen-temennya juga blm beres e-KTPnya. Tentu rakyat biasa lebih banyak lagi. Jahat," tambahnya.
Doktor lulusan Jepang itu menilai keliru kalau ada yang bilang proyek KTP-el tidak gagal. Justru gagal total. "Sebab utamanya adalah gigakorupsi. Para pelaku harus dihukum seberat-beratnya."
Korupsi proyek KTP-el menurutnya adalah contoh betapa akutnya perilaku perburuan rente para elit mulai dari swasta, birokrat hingga politisi. Hal tersebut, ujar dia, cermin rusaknya mental dan akal
"Bayangkan, meminta imbalan atas pengesahan anggaran oleh DPR dan eksekutif dianggap legal, disamakan dengan success fee di dunia bisnis. Rusak akal. Succes fee patut diberikan atas prestasi karena talenta bukan karena kekuasaan. DPR dan eksekutif itu pemilik kuasa tidak patut dapat imbalan. Itu suap," katanya.
Kejahatan besar para koruptor KTP-el , lanjutnya, adalah menggagalkan proyek nasional Single ID Number agar tertib kependudukan dan mencegah kejahatan dan terorisme.
"Kini proyek nasional Single IDN gagal total, harapan adanya tertib kependudukan, mudahnya segala urusan dan tercegahnya berbagai kejahatan itu pupus. Teganya," pungkasnya.

Post a Comment

 
Top