GuidePedia

0



Bandung, (26/7) –  Anggota MPR RI, dokter Adang Sudrajat melakukan sosialisasi berbangsa dan bernegara dihadiri oleh peserta yang mayoritas ibu-ibu. Kewajiban penyampaian sosialisasi berbangsa oleh anggota MPR di daerah pemilihannya ini dijadikan oleh dokter Adang sebagai ajang pengingatan kepada masyarakat yang mayoritas perempuan bahwa peran ibu sangat strategis dalam mempertahankan warisan bangsa yang luhur yang berupa adat maupun kebiasaan mulia di tengah masyarakat.
Dokter Adang yang merupakan legislator daerah pemilihan Jawa Barat II, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat ini menyoroti masalah-masalah sosial yang semakin kompleks dengan adanya teknologi informasi. Kebribadian bangsa yang sopan, santun, gotong-royong, saling menghargai, rendah hati dan berbagai kebaikan universal yang sesuai dengan agama yang dianut masyarakat Indonesia menjadi terancam akibat degradasi persoalan sosial yang semakin dipicu kerusakannya oleh penyalahgunaan teknologi informasi.
Dialog dan diskusi kebangsaan yang dilaksanakan pada selasa, 25 Juli pukul 10.00 hingga 13.00 kemaren di Aula DPD PKS Kabupaten Bandung oleh para peserta dijadikan ajang penyampaian aspirasi substantif kepada anggota dewan pusat agar menjadi pembahasan pemerintah pusat dengan DPR / MPR RI. Memperkokoh jiwa nasionalisme, meningkatkan wawasan kebangsaan hingga membedah esensi Pancasila mewarnai dialog kebangsaan ini.
Legislator yang juga berprofesi sebagai dokter ini mendengar  seluruh aspirasi curahan hati masyarakat yang mendominasi kegiaatan ini dengan suasana kebersamaan dan kekeluargaan.
“Saya sangat terkesan, bahwa ibu-ibu di kabupaten bandung masih memiliki semangat sebagai aktivis. Tentunya aktivis yang nantinya akan melahirkan generasi-generasi bangsa yang akan memperjuangkan nilai luhur bansa dan negaranya. Ini merupakan sebuah optimisme, bahwa bangsa ini dimasa yang akan datang masih ada harapan untuk maju dan berjaya, ucap dokter Adang .
Pertemuan anggota DPR RI Komisi IX ini dengan lebih dari 150 orang peserta dialog kebangsaan ini juga dijadikan kesempatan untuk mengingatkan akan pentingnya peran keluarga sebagai benteng pertama terhadap pengaruh-pengaruh yang buruk dari segala macam informasi yang sudah masuk rumah, bahkan masuk kamar anggota keluarga. Sosial Media yang muncul dalam telepon genggam telah sedikit banyak merubah perilaku masayarakat kita.
“Saya sangat menekankan, bahwa bangsa ini harus mengakui, bahwa sosial media bila tidak digunakan secara bijak, telah merusak tatanan keluarga, pertemanan, masyarakat, hingga negara ini. Oleh karena itu, pentingnya berpegang teguh bada nilai-nilai bangsa yang luhur dimulai oleh keluarga. Dan penjaga keluarga yang paling dominan di rumah adalah ibu-ibu yang mulia ini”, ucap dokter Adang pada sosialisasi berbangsa dan bernegara ini.

Post a Comment

 
Top