GuidePedia

0

Karawang (13/8) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman sangat menyayangkan lemahnya perlindungan terhadap saksi kunci kasus giga-korupsi proyek KTP elektronik (KTP-el). Salah satunya kabar meninggalnya salah satu saksi Johannes Marliem.
 
"Kami menyayangkan saksi kunci korupsi e-KTP dikabarkan meninggal. Kejadian ini membuat kita merasa kehidupan berbangsa dan kenegaraan kita hari ini sangat mengkhawatirkan, karena cara kekerasan susah digunakan untuk persoalan yang sebenarnya bisa diselesaikan secara hukum," kata Sohibul usai memberikan pidato kebangsaan di Karawang, Ahad (13/8/2017).
 
Walaupun, kata dia, beberapa pihak telah mengklarifikasi apakah benar Marliem bunuh diri atau meninggal.
 
Sohibul mengatakan kasus Novel Baswedan yang disiram air keras dan yang sekarang ada kasus Marliem, sudah cukup menjadi pelajaran. Sohibul pun mengetuk para elite politik di negeri ini untuk membangun kesadaran hukum.
 
"Kepada elite politik di negeri ini, mari kita bangun ketatanegaraan ini sesuai dengan prinsip negara hukum. Dalam negara hukum, kekerasan macam ini tidak dibenarkan," pungkasnya.

Post a Comment

 
Top